Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Nur Rahma Sagita
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU SELATAN – Pasca peristiwa remaja hanyut di objek wisata Lubuk Langkap pada Minggu (29/3/2026), pemerintah desa memastikan lokasi wisata tersebut tetap dibuka untuk umum.
Korban diketahui bernama Roskal Hadimas (17), warga Jalan Murai, Kelurahan Ibul, Kecamatan Kota Manna.
Ia ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Minggu malam, sekitar 5 kilometer dari lokasi kejadian, tepatnya di Desa Palak Bengkerung, Kecamatan Air Nipis.
Keterangan Kepala Desa
Kepala Desa Suka Maju, Yusman Hadi, membenarkan bahwa korban yang hanyut di wisata Lubuk Langkap telah ditemukan oleh warga bersama tim pencarian.
“Korban sudah ditemukan Minggu malam dalam kondisi meninggal dunia oleh warga dan tim pencarian,” ujar Yusman, Senin (30/3/2026).
Baca juga: Breaking News: Siswa SMAN 2 Bengkulu Selatan yang Hanyut di Lubuk Langkap Ditemukan Tewas
Wisata Tetap Beroperasi
Meski peristiwa tersebut terjadi, Yusman memastikan objek wisata Lubuk Langkap tetap beroperasi.
Namun, ia mengimbau pengunjung dan pengelola untuk lebih waspada, terutama saat kondisi cuaca tidak bersahabat.
Menurutnya, debit air di Lubuk Langkap dapat meningkat secara tiba-tiba saat hujan deras mengguyur wilayah hulu.
“Tidak elok rasanya kalau ditutup, tapi pengunjung harus tetap waspada dan berhati-hati,” ungkapnya.
Kronologi Kejadian
Peristiwa bermula pada Minggu (29/3/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.
Saat itu, korban bersama rekannya pergi ke objek wisata Lubuk Langkap untuk mandi di aliran sungai.
Namun, secara tiba-tiba banjir bah dari hulu sungai datang dan menyeret keduanya.
Salah satu korban yang sempat terseret, yakni Pahli (16), warga Jalan Murai, Kelurahan Ibul, Kecamatan Kota Manna, berhasil menyelamatkan diri setelah tersangkut di pinggir sungai dan naik ke daratan.
Sementara itu, Roskal Hadimas terseret arus hingga akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di kawasan wisata alam, terutama yang berada di aliran sungai dengan potensi banjir bah.
Penemuan Korban
Korban diketahui bernama Roskal Hadimas (17), pelajar kelas XI SMA Negeri 2 Bengkulu Selatan, warga Jalan Murai RT 19, Kelurahan Ibul, Kecamatan Kota Manna.
Aiptu Hariyadi menyampaikan, proses pencarian dan evakuasi melibatkan sekitar 200 personel gabungan, terdiri dari kepolisian, TNI, relawan, serta warga setempat.
Setelah ditemukan, korban langsung dievakuasi oleh tim gabungan yang terdiri dari TNI-Polri, BPBD, tenaga kesehatan dari Puskesmas, relawan, serta dibantu pihak keluarga.
Korban kemudian dibawa ke Puskesmas Kecamatan Seginim sebelum akhirnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk dibawa ke rumah duka di Jalan Cendrawasih, Kelurahan Ibul, Kecamatan Kota Manna.
Dari hasil pemeriksaan, pada tubuh korban ditemukan beberapa luka, di antaranya luka robek pada pelipis mata kanan, luka robek di bagian kening kiri atas, serta luka memar pada bahu kiri dan kanan.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu berhati-hati saat beraktivitas di kawasan sungai, terutama saat kondisi cuaca tidak menentu dan berpotensi terjadi banjir dari hulu.
Gabung grup Facebook TribunBengkulu.com untuk informasi terkini