Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA-Seorang pria misterius berjaket pekerja ojek online (ojol) terekam CCTV membawa kabur motor curian di sebuah parkiran kosan kawasan Jalan Penanggungan, Sawahan, Surabaya, pada Minggu (22/3/2026) malam.
Ternyata, motor yang dicuri itu, adalah Motor Honda Scoopy bernopol P-4976-QBG milik salah satu penghuni kosan berinisial HA.
Korban HA menceritakan, dirinya baru menyadari kehilangan motor sekitar pukul 19.10 WIB.
Saat itu, dirinya barusan keluar dari kamar kosan menuju ke toilet.
Ternyata, motornya sudah tidak berada di parkiran kosan.
Baca juga: Aksi Curanmor di Sampang Madura Berujung Dramatis, Pelaku Diamuk Massa
Padahal, motor tersebut terakhir kali dikendarainya sekitar pukul 17.00 WIB.
"Terakhir saya pakai sepeda jam 5 sore. Setelah itu saya ada di dalam kos dan posisi sepeda itu ada di parkiran kos bagian dalam. Jam 07.10 malam, saya keluar kamar mau ke toilet dan lihat parkiran sepeda, dan disitu saya tahu motor sudah gak ada," ujarnya saat dihubungi TribunJatim.com, pada Senin (30/3/2026).
Menyadari motornya hilang, Korban HA meminta bantuan pengurus RT setempat memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi.
Ternyata, motornya dicuri pria misterius berjaket ojol sekitar pukul 19.00 WIB.
Karena, sempat terekam kamera membawa kabur motor korban melintasi ruas jalan gang depan permukiman kosan.
"Di CCTV yang kelihatan cuma 1 orang (pelaku curanmor)," ungkapnya.
Kendati pelaku yang terekam CCTV cuma satu orang. Namun, Korban HA tak menampik jika pelakunya berjumlah sekitar dua orang.
Bahkan, ia menduga kuat, sosok pelaku berjaket ojol tersebut pernah beraksi di wilayah Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik, beberapa waktu sebelumnya.
"Soalnya orang yang sama seminggu sebelum curi sepeda saya, dia ada nyuri sepeda juga di Driyorejo di kos. Waktu dia melakukan aksinya kebanyakan dia memakai jaket bawahan dan sepatu yang sama," katanya.
Akibat insiden tersebut, Korban HA mengalami kerugian hingga belasan juta rupiah. Namun, ia sudah melaporkan kejadian tersebut ke markas Kepolisian setempat. Dan ia berharap, pelakunya bisa segera ditangkap.
"Habis itu saya langsung lapor RT dan langsung cek CCTV, setelah itu saya telepon 110 dan Polisi setempat datang ke TKP, setelah itu saya buat laporan Polisi," pungkasnya.
Sekadar diketahui, Satreskrim Polrestabes Surabaya melansir data jumlah kasus pencurian motor (curanmor) sepanjang tahun 2025, dalam Analisa dan Evaluasi Kamtibmas Kota Surabaya Tahun 2025, pada Rabu (31/12/2025).
Jumlah kasusnya, tercatat sekitar 600 kasus yang dilaporkan oleh masyarakat. Sedangkan, jumlah tersangka yang berhasil ditangkap sejumlah 472 orang.
Polrestabes Surabaya senantiasa terus berkomitmen menindaklanjuti dan menyelidiki setiap laporan yang dunia oleh masyarakat. Terutama kasus curanmor.
Bahkan, Polrestabes Surabaya juga memastikan motor hasil curian para pelaku yang berhasil ditemukan dalam sebuah penyelidikan kasusnya, bakal diserahkan secara gratis kepada para korban.
Nah guna melancarkan program pelayanan pengembalian motor hasil curanmor, Polrestabes Surabaya menggelar bazar pengembalian 1.050 unit motor hasil pengungkapan kasus curanmor.
Agenda 'Bazar Ranmor' tersebut telah berlangsung selama dua sesi di Mapolrestabes Surabaya. Sesi pertama, pada Tanggal 21 hingga 23 Januari 2026, setelah itu dilanjutkan sesi kedua pada Tanggal 26 hingga 30 Januari 2026.
Bazar tersebut menjadi ruang untuk memfasilitasi masyarakat yang merasa kehilangan kendaraannya agar dapat mengambil kembali tanpa dipungut biaya sepeser pun.
Masyarakat cukup datang ke Mapolrestabes Surabaya dengan membawa bukti kepemilikan resmi, seperti BPKB, STNK, atau dokumen tilang, masyarakat bisa memeriksa dan mengambil motor secara langsung
Selama berlangsungnya bazar tersebut, sudah ada puluhan unit motor hasil pengungkapan kasus pencurian yang telah diserahkan kepada pemiliknya.
Kendati bazar pengembalian motor sudah rampung dilaksanakan, masyarakat masih bisa mengakses informasi mengenai ketersediaan motor temuan hasil penyelidikan tersebut dengan mendatangi ke SPKT Mapolrestabes Surabaya.