Jakarta (ANTARA) - Peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai melanda dua provinsi di Pulau Kalimantan, yakni Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, dengan total luas lahan terbakar mencapai delapan hektare sebagaimana dilaporkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Senin.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangannya yang diterima di Jakarta itu menyatakan titik api pertama dilaporkan muncul dan dilaporkan di Desa Tanjung Limau, Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Sabtu (28/3) pukul 11.30 WITA.
Direktorat Pusat Pengendalian Operasi BNPB mengkonfirmasi sedikitnya dua hektare lahan di wilayah Desa Tanjung Limau ludes terbakar sebelum akhirnya berhasil dikendalikan.
"Kondisi terkini di lokasi kebakaran Desa Tanjung Limau sudah berhasil dipadamkan sepenuhnya oleh tim gabungan di lapangan," kata dia.
Sementara itu, ia menambahkan sebelumnya kebakaran juga melanda wilayah Kelurahan Kampung Satu, Kecamatan Tarakan Tengah, Kota Tarakan, Kalimantan Utara, Jumat (27/3) yang menghanguskan lahan gambut seluas enam hektare.
Berdasarkan laporan pantauan visual yang diterima BNPB pemadaman intensif sudah dilakukan oleh petugas setempat api hingga akhirnya api kebakaran berhasil dikendalikan dan dinyatakan padam.
Menurut Abdul bahwa penyebab pasti dari kedua peristiwa kebakaran lahan tersebut masih dalam tahap penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian dan instansi terkait lainnya.
"Penyebab kebakaran masih dalam tahap penyelidikan oleh pihak terkait," kata dia.





