TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Ujian berat dihadapi Timnas Indonesia pada Minggu (30/3/2026) malam. Indonesia bakal berhadapan dengan Bulgaria dalam Final FIFA Series 2026.
Berkaca pada ranking, posisi Indonesia jauh di bawah Bulgaria.
Berhadapan dengan Bulgaria, Indonesia sudah dua kali dan hasil dari pertemuan tersebut adalah Indonesia belum bisa menang.
Sekali berakhir imbang 0-0 pada 1959 dan kalah 0-4 pada 1973.
Di pertemuan ketiga, apakah Timnas Indonesia bisa menang?
Baca juga: Jens Raven Gabung Timnas Indonesia Jelang Lawan Bulgaria, Ini Penyebabnya
• Kabar Duka, Remaja Korban Ledakan Petasan di Purworejo Meninggal, Sepekan Dirawat di RS
Timnas Indonesia akan menghadapi Bulgaria pada partai final FIFA Series 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (30/3/2026) pukul 20.00.
Indonesia melangkah ke final setelah meraih kemenangan meyakinkan 4-0 atas Saint Kitts and Nevis pada Jumat (27/3/2026).
Di sisi lain, Bulgaria mendapat satu tiket ke partai puncak dengan performa tajam seusai membantai Kepulauan Solomon dengan skor 10-2.
Pertemuan ini menjadi ujian berbeda bagi skuad Garuda karena untuk pertama kalinya di FIFA Series 2026 menghadapi tim Eropa dengan kualitas dan pengalaman lebih tinggi.
Laga ini juga penting sebagai tolok ukur sejauhmana perkembangan Indonesia saat berhadapan dengan lawan yang secara level berada di atas.
Timnas Indonesia dan Bulgaria tercatat sudah dua kali saling berhadapan di lapangan.
Pertemuan pertama kedua tim berakhir dengan skor imbang 0-0.
Laga ini berlangsung pada 21 Januari 1959 dalam pertandingan uji coba saat Indonesia bersiap menghadapi Kualifikasi Olimpiade 1960 Zona Asia.
Pertandingan itu digelar di Lapangan Ikada dan menjadi catatan penting karena Indonesia mampu menahan tim kuat asal Eropa.
Sementara itu, merujuk arsip Harian Kompas edisi 6 Februari 1973, Indonesia kembali bertemu Bulgaria pada 4 Februari 1973.
Laga tersebut digelar di Stadion Utama Senayan Jakarta yang kini dikenal sebagai Stadion Utama Gelora Bung Karno.
Dalam pertandingan itu, Indonesia harus mengakui keunggulan Bulgaria dengan skor 0-4 di hadapan sekira 50.000 penonton.
Pertandingan tersebut juga diwarnai kegagalan dua eksekusi penalti dari Iswadi dan Rony Pattinasarany serta hujan deras yang mengguyur stadion.
Baca juga: Debut Manis John Herdman di FIFA Series 2026, 4 Gol Tanpa Balas Indonesia Vs St Kitts and Nevis
• Mobil Anggota Polisi Rusak Diamuk DC di Pantai Kuta Bali: 2 Ditangkap, Pelaku Lainnya Buron
Meski demikian, Indonesia saat itu mampu memberikan perlawanan dan sempat menekan pertahanan Bulgaria sepanjang laga.
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman mengatakan, timnya perlu menemukan cara untuk mengalahkan Bulgaria pada laga final FIFA Series 2026.
Menurutnya, waktu persiapan yang singkat menjadi tantangan utama karena para pemain baru menjalani beberapa sesi latihan bersama.
Dia juga menyebut kondisi pemain yang datang dengan ritme berbeda membuat tim harus cepat beradaptasi sebelum pertandingan penting ini.
“Suporter juga harus memahami bahwa kami hanya punya waktu dua hari."
"Para pemain datang terlambat, berada di siklus tidur yang berbeda dan kami hanya menjalani dua sesi latihan bersama."
"Kami harus menemukan cara untuk menang,” ujar John Herdman, Minggu (29/3/2026).
Selain itu, dia menilai Bulgaria memiliki kualitas yang lebih tinggi dibanding lawan sebelumnya, Saint Kitts and Nevis.
John Herdman mengungkapkan bahwa kekuatan utama Bulgaria terletak pada permainan sayap yang cepat dan berbahaya.
Dia menegaskan timnya harus mampu menghentikan ritme permainan lawan jika ingin meraih hasil maksimal di laga final. (*)
Sumber Kompas.com