Laporan wartawan TribunBanten.com Ade Feri Anggriawan
TRIBUNBANTEN.COM, TANGSEL - Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) mulai mempersiapkan langkah efisiensi energi di lingkungan pemerintahan menyusul wacana Work From Home (WFH) satu hari dalam sepekan yang digagas oleh pemerintah pusat.
Wacana penerapan WFH ini mencuat sebagai bagian dari strategi penghematan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM), di tengah dinamika kondisi global yang memengaruhi sektor energi.
Kebijakan tersebut merupakan arahan Presiden dalam sidang kabinet paripurna sebelum Lebaran 2026, sebagai upaya mendorong efisiensi di lingkungan kerja, termasuk mengurangi kebutuhan BBM di tengah memanasnya tensi perang Timur Tengah antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
Baca juga: Sempat Diwarnai Adu Mulut, PKL Depan Pasar Serpong Kembali Ditertibkan
Kebijakan WFH ini tidak hanya menyasar ASN, tetapi juga diimbau untuk diikuti oleh sektor swasta.
Dalam aturan yang direncanakan, hari kerja yang sebelumnya lima hari, yakni terhitung pada Senin hingga Jumat, akan dipangkas menjadi empat hari, dengan satu hari WFH.
Namun, hingga kini pemerintah belum mengumumkan tanggal pasti pemberlakuannya maupun hari pelaksanaannya.
“WFH ini berlaku untuk ASN dan juga sebagai imbauan bagi swasta, khususnya yang tidak terkait pelayanan publik,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dikutip Senin (30/3/2026).
Menanggapi hal ini, Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, mengatakan meskipun belum ada petunjuk teknis resmi dari pemerintah pusat, Pemkot sudah meminta seluruh jajaran untuk lebih memperhatikan penggunaan listrik, air, gas, dan sumber daya lainnya.
“Ini kita lakukan sambil tetap mengikuti arahan Presiden dan pemerintah pusat mengenai efisiensi," kata Benyamin, saat diwawancarai di Balai Kota Tangerang Selatan, Senin (30/3/2026).
"Walaupun belum ada petunjuk teknisnya, (tapi ada wacana) yang awalnya 5 hari kerja ini katanya mau diliburkan lagi 1 hari. Tapi kami sudah mulai menyiapkan langkah-langkah efisiensi di kantor,” sambungnya.
"Misalnya, saya sudah minta teman-teman di untuk listrik, air, gas dan lain sebagainya agar diperhatikan betul. Supaya tidak terjadi pemborosan nanti ke depannya," jelasnya.
Selain efisiensi energi, Benyamin mengaku, pihaknya juga tengah mengevaluasi perjalanan dinas ASN sebagai upaya menghemat BBM.
Langkah itu, kata dia, sekaligus juga untuk mengantisipasi kemungkinan pengurangan dana transfer ke daerah di masa mendatang.
“Yang kita antisipasi bukan soal lonjakan harga minyak, tapi bagaimana jika suatu saat terjadi pengurangan dana transfer," ucap Benyamin.
"Ini bisa kita antisipasi dari sisi pelaksanaan kegiatan dan penghematan anggaran,” tambahnya.
Benyamin menegaskan, pihaknya juga terus berkoordinasi dengan DPRD Tangerang Selatan, untuk memastikan setiap langkah efisiensi dapat dijalankan secara optimal tanpa mengganggu pelayanan publik.
"Insya Allah besok jam 1 siang, kita juga akan lakukan rapat-rapat maraton dengan tim anggaran dan dinas untuk dilakukan pertanggung jawaban 2025," pungkasnya.