Khawatir Ada PKL Dibekingi Preman hingga Oknum, Wali Kota Bogor Ngadu ke Kapolresta dan Dandim
Vivi Febrianti March 30, 2026 05:07 PM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Mengantisipasi adanya pedagang kaki lima (PKL) yang mengaku-ngaku dibekingi preman hingga oknum aparat, Wali Kota Bogor Dedie Rachim mengadu ke Kapolresta dan Dandim.

Seperti diketahui, Pemkot Bogor sejak 26 Maret 2026 kemarin telah menertibkan para PKL di sekitar gedung Pasar Bogor dan Plaza Bogor.

Terpantau kawasan itu seusai penertiban memang langsung sepi dari para PKL sayur mayur yang kerap menggelar lapak di bahu jalan dan pedestrian di kawasan itu.

Kawasan Jalan Bata, Jalan Roda, Jalan Pedati dan Jalan Lawang Saketeng bekas lapak para PKL di kawasan itu juga terpantau langsung dibersihkan.

Pemkot Bogor juga mendorong para PKL yang sudah ditertibkan itu untuk pindah ke Pasar Gembrong Sukasari dan Pasar Jambu Dua.

Dalam acara simbolis pemutusan jaringan utilitas udara di Jalan Sudirman, Dedie Rachim menyampaikan kekhawatiran soal PKL punya bekingan di hadapan perwakilan Kapolresta Bogor Kota dan Dandim 0606 Kota Bogor.

"Saya ingin melaporkan juga, ini sekalian pak Dandim punten, jadi penataan Pasar Plaza Bogor dan Pasar Bogor, pemindahan pedagang ke Pasar Sukasari dan Pasar Jambu Dua, mohon ini kalau ada beking-beking pak," kata Dedie Rachim di tengah sambutannya di acara tersebut, Senin (30/3/2026).

"Biasanya suka memgatasnamakan, mohon pak bantuannya, karena kita harus melindungi 9.000 pedagang di 14 pasar yang selama ini komplain ke pemerintah karena mereka tidak mampu bersaing dengan PKL," sambung Dedie.

Dedie menjelaskan, pedagang di pasar sulit bersaing dengan PKL karena harus membayar sewa, sementara para PKL tidak.

"PKL mah kan tidak nyewa apa-apa, pakai trotoar, pakai badan jalan, sampah ditumpuk, listrik juga kadang-kadang nyolong," kata Dedie.

"Mereka yang komplain tidak mampu bersaing dengan PKL tentu harus kita lindungi, karena mereka bayar retribusi, bayar sewa, bayar service charge dan semua poin-poin kelengkapan dipenuhi. Sementara PKL tidak ngapa-ngapain," ujarnya.

Harga pangan yang dijual pedagang pun, kata dia, juga berpengaruh.

"Tentu harga pasti akan jauh berbeda, sayur bisa jadi di PKL ya mungkin perbedaan 2-3 ribu, tapi buat masyarakat itu sangat signifikan. Kita dalam satu sisi juga ingin melindungi pedagang yang ada di dalam pasar," kata Dedie.

Seusai acara tersebut, Dedie kepada wartawan menjelaskan, kekhawatiran soal beking-beking PKL yang dia maksud ini adalah para preman hingga oknum pensiunan aparat.

"Bekingnya itu bisa jadi preman-preman, bisa jadi pensiunan pensiunan, jadi saya minta tolong ke  Pak Kapolresta dan juga Pak Dandim," kata Dedie kepada wartawan seusai acara tersebut.

"Apabila ada yang selama ini mengaku-ngaku pensiunan Pemda lah, pensiunan dari kesatuan lah yang membeking para pedagang, saya minta tolong sama Pak Dandim, sama pak Kapolresta untuk coba ini kan proses program penataan yang didorong oleh Bapak Presiden, jadi tidak boleh yang namanya oknum-oknum ini yang kemudian bertentangan dengan arah kebijakan Presiden," ujarnya.

Dedie tidak menyebut apakah sudah ada temuan soal oknum-oknum bekingan para PKL yang dia maksud tersebut.

Dia mengaku mengadu ke Kapolresta dan Dandim hanya untuk antisipasi.

"Kita kan mengantisipasi, mana kala ada kan  saya sudah lapor," ungkapnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.