TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA - Sebuah bangunan sarang walet di Jalan Temanggung Kanyapi, Kelurahan Langkai, Kecamatan Pahandut, Kota Palangka Raya menjadi korban keganasan si jago merah, pada Senin (30/3/2026).
Bangunan yang terbakar itu tepat berada di sebelah dapur SPPG.
Peristiwa kebakaran tersebut terjadi sekira pukul 15.30 WIB.
Baca juga: Samsat Drive Thru Resmi Launching di Palangka Raya, Bayar Pajak Kendaraan Lebih Cepat
Baca juga: Usai Hujan Lebat Pohon Beringin Tumbang di Jalan HM Thamrin Kompleks RRI Palangka Raya
Baca juga: Jadwal Championship Pekan 23: Cek Laga PSS Sleman-Persipura-Barito Putera-PSIS-PSMS-Adhyaksa FC
Kepala Bidang Pemadaman pada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan atau DPKP Palangka Raya, Alfrianto mengungkapkan, kebakaran ini diduga karena korsleting listrik.
"Hanya satu gedung yang terdampak langsung, bangunan sarang walet semi permanen tiga tingkat yang terbakar," ungkapnya.
Petugas pemadam kebakaran bersama relawan berupaya memadamkan api selama lebih kurang 30 menit.
Adapun bangunan rumah di sekitarnya, kata Alfrianto, hanya terdampak ringan. Sedangkan Dapur SPPG Polda Kalteng belum aktif di sebelah bangunan yang terbakar sempat dibasahi sehingga tak terdampak.
"Ketika kita sudah sampai di lokasi, kita melakukan blok area agar tidak merembet ke bangunan yang lain," jelasnya.
Sejauh ini, belum ada informasi korban jiwa maupun luka bakar akibat peristiwa kebakaran tersebut.
Sementara itu, pemilik bangunan yang terbakar, Adi (50) mengungkapkan, rumah dan sarang walet itu sudah sekira tiga tahun tak ditinggali.
Meski begitu, ia masih sesekali melihat kondisi sarang walet tersebut, karena masih menghasilkan.
"Saya juga belakangan dapat kabar kebakaran ini dari damkar," ucapnya.
Adi membeberkan, masih ada jaringan listrik di dalam bangunan berukuran 4x12 meter tersebut, namun dirinya heran karena pengeras suara yang berada di bangunan itu tak terbakar.
Saat ini pihak berwenang sudah berada di lokasi kejadian untuk menyelediki penyebab pasti kebakaran tersebut.
Adi memperkirakan, kerugian materil akibat kejadian tersebut mencapai ratusan juta rupiah.
"Itu masih menghasilkan dan belum sempat dipanen, kerugiannya sekitar Rp 250 juta," tandasnya.