Keluarga Tolak Praka Farizal Dimakamkan di TMP, Pilih TPU yang Jaraknya 1 Km dari Rumah Kulonprogo
willy Widianto March 30, 2026 05:38 PM

 

 

TRIBUNNEWS.COM, YOGYAKARTA - Prajurit TNI Praka Farizal Rhomadhon (31) terkena ledakan proyektil saat bertugas dalam misi pemeliharaan perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL) pada Minggu (29/3/2026) malam. Keluarga Praka Farizal Romadhon (33) di Kulonprogo, DIY saat ini sedang bersih-bersih dan berbenah persiapan pemakaman.

Baca juga: Serangan Israel ke Lebanon Akibatkan 1 Prajurit TNI Gugur, Pengamat: Kecaman Paling Keras Keluar BoP

Keluarga meminta Praka Farizal Rhomadhon dimakamkan di Kulonprogo, DIY. "Sekarang ini bersih-bersih lahan sekitar rumah dulu untuk persiapan kedatangan jenazah," kata Dukuh Ledok, Wakidi saat ditemui di kediaman orang tua Praka Farizal di Padukuhan Ledok, Kalurahan Sidorejo, Kapanewon Lendah, Kulonprogo, DIY, Senin(30/3/2026).

Wakidi menyampaikan bahwa Farizal sempat pulang ke kampung halamannya pada Lebaran 2025 lalu. Ia datang membawa istri dan anaknya. "Lebaran kemarin saya sempat ketemu, tapi kalau Lebaran tahun ini orangnya tidak pulang," katanya.

Wakidi mengatakan Farizal merupakan anak kedua dari 2 bersaudara. Ia lulus dari SMA Negeri 1 Lendah dan melanjutkan pendidikan untuk menjadi anggota TNI.

Ia menyebut Farizal sebagai anak yang aktif di kegiatan masyarakat. Semasa muda, ia sering ikut kegiatan Karang Taruna di Ledok.

"Farizal sering bantu-bantu juga meskipun jauh di Aceh, rajin komunikasi ke sini," ungkap Wakidi.

Ia mengetahui kabar meninggalnya Farizal dari Babinsa Sidorejo. Informasi yang ia terima, Farizal meninggal saat menjalankan tugasnya di Lebanon, terkena serangan rudal dari Israel.

Kabar itu diteruskan ke orang tua Farizal, yang terkejut saat mengetahui putranya telah meninggal dunia.

Wakidi mengaku bertanya ke orang tuanya, apakah Farizal dimakamkan di Taman Makam Pahlawan atau di Tempat Pemakaman Umum (TPU).

Baca juga: Tol Solo-Yogya-Kulonprogo Berada di Kawasan Rawan Gempa, Begini Kata Jasa Marga

"Setelah diskusi, keluarga maunya dimakamkan di TPU dekat sini saja, jaraknya sekitar 1 kilometer dari rumah Farizal," jelasnya.

Wakidi kini tinggal menunggu kabar kapan jenazah Farizal bisa pulang ke kampung halamannya. Sebab hingga kini belum ada kejelasan soal itu.

Namun yang jelas ia mendapat kabar bahwa pemakaman akan dilakukan secara militer sebagai bentuk penghormatan terakhir. Persiapan pun tengah dilakukan untuk menyambut kedatangan jenazah.

Pasukan pemelihara perdamaian PBB di Lebanon atau UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon) menyatakan tengah menyelidiki insiden yang menyebabkan satu prajurit TNI gugur dan tiga lainnya terluka akibat sebuah proyektil meledak di pos UNIFIL dekat Adchit Al Qusayr pada Minggu (29/3/2026).

Lewat pernyataan resminya, UNIFIL menyatakan tidak seorang pun boleh kehilangan nyawanya dalam menjalankan tugas demi perdamaian.

UNIFIL juga menyampaikan belasungkawa terdalam kepada keluarga, teman, dan kolega penjaga perdamaian yang kehilangan nyawanya saat dengan berani menjalankan tugasnya.

UNIFIL berharap penjaga perdamaian yang terluka dan saat ini dirawat di rumah sakit dengan luka serius segera pulih.

"Kami tidak mengetahui asal proyektil tersebut. Kami telah menggelar penyelidikan untuk mengetahui kejadiannya," tulis UNIFIL.

UNIFIL menyatakan serangan yang disengaja terhadap penjaga perdamaian merupakan pelanggaran berat terhadap hukum humaniter internasional dan Resolusi Dewan Keamanan 1701, dan dapat dianggap sebagai kejahatan perang.

UNIFIL menyatakan terlalu banyak nyawa telah meninggal di kedua sisi Garis Biru dalam konflik tersebut. 

"Tidak ada solusi militer. Kekerasan harus diakhiri," pungkas UNIFIL.

Baca juga: MUI Kecam Israel Atas Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon, Minta Pemerintah Keluar dari BoP

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri juga telah mengecam insiden tersebut.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.