Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ahmad Faisol
TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN - Tingginya aktivitas dapur selama masa Hari Raya Idulfitri dan Lebaran Ketupat di Kabupaten Bangkalan, Madura, khususnya di kawasan pedesaan, berdampak terhadap ketersediaan tabung elpiji kemasan 3 kg.
Tabung-tabung gas subsidi di sejumlah pengecer atau toko kelontong kosong karena terjadi keterlambatan pengiriman.
Tersedatnya distribusi elpiji 3 kg dirasakan pemilik toko kelontong di Pasar Jaddih, Kecamatan Socah, Maslahah.
Ia mengaku sudah satu minggu terakhir tidak kunjung ada pengiriman sehingga berdampak terhadap konsumen.
"Pengiriman terakhir ke sini pada H+2 Hari Raya Idulfitri, jadinya agak susah. Sehingga masyarakat lebih banyak kembali karena tabung kosong," ungkap Maslahah kepada TribunMadura.com, Senin (30/3/2026).
Meski permintan masih tinggi setelah momen Lebaran, lanjutnya, harga setiap tabung elpiji 3 kg untuk konsumen masih stabil seharga Rp 18.500.
Ia berharap distribusi dari pangkalan segera kembali normal sehingga tidak berdampak kepada konsumen.
"Biasanya pengiriman 2 hari sekali, sekarang ini belum ada," pungkasnya.
Baca juga: Sidak Sejumlah SPBE, Ketua DPRD Trenggalek Pastikan Pasokan LPG 3 Kg Aman Jelang Lebaran 2026
Hal senada disampaikan pemilik warung kopi sekalligus pengecer tabung elpiji 3 kg di kawasan Stadion Gelora Bangkalan, Moni.
Pantauan TribunMadura.com, Moni terpaksa jemput bola dengan mendatangi pangkalan untuk mendapatkan sejumlah tabung dengan mengendarai sepeda motor.
"Biasanya hari ini sudah dirikim, ini sudah hampir satu minggu tidak ada pengiriman," ujarnya singkat.
Pemilik Pangkalan 'Ghazan' Elpiji 3 Kg, Khoiron di Perum Griya Utama II, Desa Martajasah, Kelurahan Mlajah, Bangkalan mengungkapkan, belum ada keterlambatan distribusi dari agen ke pangkalan setelah momen Hari Raya Idulfitri dan Lebaran Ketupat.
"Suplai dari atas masih stabil, tapi di satu sisi banyak warga di perkotaan yang masih belum kembali dari mudik Lebaran. Sehingga permintaan dari masyarakat masih stabil atau tetap," ungkap Khoiron ketika ditemui di gudang pangkalannya.
Ia menjelaskan, distribusi dari pangkalan miliknya dilakukan setiap tiga hari sekali sebanyak rata-rata 100 tabung hingga 150 tabung elpiji 3 kg ke para pengecer atau pemilik toko kelontong di kawasan pusat Kabupaten Bangkalan.
"Tergantung kondisi permintaan juga, ketika ada telepon kami berangkat untuk mengirim. Setelah Lebaran kondisi permintaan sama, karena di beberapa pangkalan seperti kami juga masih banyak stoknya," pungkasnya.
Pemilik Pangkalan Pendekar Hijau di Kampung Buja'an, Kelurahan Pangeranan, Bangkalan, Andi Sutrisno menyatakan, keterlambatan pengiriman ke tingkat pengecer disebabkan faktor liburan panjang.
Namun menurutnya, keterlambatan distribusi tidak separah pada tahun sebelumnya.
"Permintaan yang tinggi itu malah dari desa seperti di Kecamatan Tanah Merah, sementara pengiriman di kota cenderung menurun karena rata-rata masih belum kembali dari mudik Lebaran. Perkiraan saya, dalam minggu distribusi ini sudah normal kembali," ungkap Andi.
Baca juga: Pemkab Sumenep Pastikan Stok LPG Aman Selama Ramadan 2026, Distribusi Kepulauan Diawasi Ketat
Pemantauan seminggu sebelum Hari Raya Idulfitri, lanjutnya, sebagian besar pangkalan kebanjiran stok elpiji 3 kg karena keberadaannya di tingkat pengecer tidak laku.
Sehingga pada H+1 Hari Raya Idulfitri banyak jatah pangkalan yang kemudian tidak diambil.
"Sekarang terlalu banyak pangkalan, setiap pangkalan saat ini jumlahnya dijatah di bawah 2.000 tabung. Stok elpiji 3 kg di pangkalan saya aman, biasanya keliling ke pengecer setiap dua hari sekali untuk mendistribusikan 100 tabung distribusi," pungkasnya.
Kepala Dinas UMKM, Koperasi, dan Perdagangan Kabupaten Bangkalan, Mohammad Rasuli mengungkapkan, monitoring dan evaluasi (monev) belum bisa dilakukan hingga di tingkat pengecer karena selain terkendala anggaran, juga berkaitan dengan jumlah pengecer yang sangat banyak.
"Namun untuk tingkat agen sudah sesuai HET (Harga Eceran Tertinggi), yakni Rp 16 ribu. Pengecer di kawasan kota berkisar Rp 19 ribu hingga Rp 20 ribu per tabung elpiji 3 Kg, sementara untuk tingkat pangkalan seharga Rp 18 ribu," ungkap Rasuli.
Ia berharap, masyarakat konsumen lebih arif dan bijaksana dalam memanfaatkan elpiji kemasan 3 kg sesuai kebutuhan.
Sehingga tidak sampai menimbulkan kepanikan karena hingga sejauh ini stok elpiji kemasan 3 kg di Kabupaten Bangkalan masih aman.
"Jangan sampai melakukan borong ataupun panik dalam menyikapi perkembangan saat ini, stok aman," pungkasnya.