Markus Waran Siap Jadi Calon Ketua KONI Papua Barat, Ingatkan Proses Sesuai Aturan
Tarsisius Sutomonaio March 30, 2026 05:44 PM

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Ketua DPD PDI Papua Barat, Markus Waran, menyatakan siap menjadi calon Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua Barat dalam Musyawarah Provinsi (Musprov) mendatang.

‎Pernyataan tersebut disampaikan setelah ia mencermati dinamika pencalonan ketua KONI Papua Barat di media sosial dalam beberapa waktu terakhir.

‎“Saya lihat di media sosial banyak putra-putra terbaik Papua Barat yang siap maju. Saya juga siap mencalonkan diri sebagai ketua KONI Papua Barat,” ujar Markus Waran, Senin (30/3/2026).

‎Ia mengaku memiliki pengalaman cukup panjang di dunia olahraga karenaa pernah menjadi ketua KONI tingkat kabupaten selama 2 tahun dan memimpin cabang olahraga selam selama kurang lebih 1 dekade.

‎Menurutnya, keterlibatan dalam organisasi olahraga merupakan bentuk pengabdian bagi daerah, bukan sekadar mengejar jabatan maupun honorarium.

‎“Honor pun belum dibayar tidak apa-apa. Kita mengabdi untuk negeri, itu yang paling penting,” katanya.

Baca juga: Amin Ngabalin Siap Maju Calon Ketua Umum KONI Papua Barat Periode 2026-2030



‎Markus menegaskan seluruh tahapan pencalonan Ketua KONI harus mengacu pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi dan regulasi yang berlaku.

‎Ia mengingatkan agar setiap kandidat memahami syarat pencalonan sebelum mendaftar, termasuk ketentuan soal larangan rangkap jabatan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).

‎“Semua harus mengacu pada aturan organisasi. Jangan sampai nanti menimbulkan persoalan di kemudian hari,” ujar Markus Waran.

‎Secara umum, ASN dilarang merangkap jabatan sebagai pengurus KONI, termasuk ketua umum, sesuai Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional (SKN) serta Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2007.

‎Aturan tersebut dibuat untuk mencegah potensi konflik kepentingan dalam pengelolaan organisasi olahraga.

‎Meski Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Sistem Keolahragaan Nasional memberikan sejumlah pembaruan regulasi, ketentuan turunan dan AD/ART KONI di berbagai daerah masih membatasi keterlibatan pejabat struktural atau ASN aktif dalam kepengurusan organisasi.

‎Selain menyoroti regulasi, Markus Waran juga mengimbau para kandidat agar menjaga situasi tetap kondusif selama proses pemilihan berlangsung.

‎“Jangan saling mengobarkan situasi. Mari sama-sama pikirkan KONI sebagai wadah pembinaan olahraga dan mengolahragakan masyarakat di Papua Barat,” katanya.

Baca juga: Pegunungan Arfak Punya Bibit Atlet Berprestasi, Raboni: KONI Papua Barat Setop Sewa dari Luar


‎‎Ia turut mendorong Pelaksana Tugas (Plt) Ketua KONI Papua Barat segera membentuk tim penjaringan dan penyaringan calon secara terbuka sesuai mekanisme organisasi. Tahapan tersebut, ucapnya, perlu diawali dengan rapat kerja (Raker) sebelum pelaksanaan Musprov.

Markus mengatakan  proses penjaringan harus diumumkan secara transparan kepada publik agar seluruh tahapan sesuai jadwal dan mekanisme resmi organisasi.

‎“Tim penjaringan harus bekerja berdasarkan rambu-rambu organisasi. Setelah raker, baru dilanjutkan Musprov untuk memilih ketua definitif,” ujarnya.

‎Ia juga meminta Plt ketua KONI Papu Barat aktif melaporkan perkembangan organisasi kepada Gubernur Papua Barat selaku pembina KONI, termasuk terkait dukungan anggaran guna memastikan pelaksanaan Musprov berjalan lancar.

‎Menurut Markus, kepemimpinan KONI Papua Barat ke depan memiliki peran strategis dalam pembinaan atlet serta persiapan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) maupun berbagai ajang kompetisi tingkat nasional lainnya.

‎Meski mengaku maju tanpa dukungan kelompok tertentu, ia tetap optimistis dapat mengikuti proses demokrasi olahraga secara sehat.

‎“Saya maju berdiri sendiri. Yang penting niatnya baik untuk membangun olahraga Papua Barat ke depan,” kata Markus Waran.

Sebelumnya, Ketua DPD Organisasi Kemasyarakatan Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) Papua Barat, Amin Ngabalin, juga menyatakan siap maju sebagai calon ketua KONI Papua Barat periode 2026-2030.

Anggota DPR Papua Barat ini mengatakan keikutsertaannya merupakan bentuk tanggung jawab moral terhadap kemajuan olahraga di daerah.

“Sebagai orang yang pernah berada di dunia olahraga, saya merasa terpanggil untuk berikhtiar secara sungguh-sungguh,” ujarnya, Minggu (29/3/2026).

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.