Cerita Minto, Suporter Garuda Asal Semarang yang Boyong Anak Istrinya Demi Dukung Garuda Berlaga
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Rintik hujan belum juga reda saat waktu menunjukkan dua jam sebelum kick-off laga Timnas Indonesia melawan Bulgaria di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Senin (30/3/2026) malam.
Namun, cuaca tak pernah benar-benar menjadi penghalang bagi cinta. Satu per satu, suporter Garuda mulai berdatangan, menyusuri pelataran stadion dengan langkah pasti.
Ada yang datang bersama teman, pasangan, bahkan keluarga.
Baca juga: Indonesia Vs Bulgaria Malam Ini Pukul 20.00 WIB: Strategi Khusus John Herdman untuk Ukir Sejarah
Di antara kerumunan itu, hadir Minto. seorang suporter asal Semarang yang datang membawa cerita dan harapan.
Bagi Minto, perjalanan ini bukan sekadar menonton sepakbola. Ia datang jauh-jauh dari Semarang, ditemani istri dan dua anaknya, demi menyaksikan langsung perjuangan Timnas Indonesia di laga final FIFA Series 2026.
“Saya dari Semarang, sengaja ke sini untuk nonton Timnas Indonesia. Ke sini bawa istri sama dua anak,” ujar Minto kepada Tribunnews.
Perjalanan ini sudah ia rencanakan sejak beberapa hari lalu.
Tiket pertandingan ia amankan tiga hari sebelumnya, meski harus menghadapi kendala saat proses pembelian melalui platform Garuda ID.
“Saya beli tiket tiga hari yang lalu, agak sulit pas masuk Garuda ID. Tapi ya akhirnya dapat juga,” katanya.
Bagi Minto, ini bukan pengalaman pertama. Ia pernah menyaksikan langsung Timnas Indonesia di berbagai kota, termasuk Surabaya.
Namun, membawa keluarga ke SUGBK memberikan kesan yang berbeda.
Meski mengaku sekilas ingin berjalan-jalan di Jakarta, tujuan utama perjalanan ini tetap satu, mendukung Jay Idzes CS beraksi.
“Jalan-jalan cuma sekadarnya, tapi intinya kita mau nonton Timnas Indonesia. Besok kami sudah pulang lagi ke Semarang,” ucapnya.
Di balik semangat itu, terselip juga realitas. Minto menyadari bahwa Bulgaria bukan lawan yang mudah.
Namun, baginya, mendukung tim nasional bukan soal menang atau kalah semata.
“Kalau realistis, kalauoun kita kalah, kita kalah yang elegan. Tapi demi Merah Putih di dada, prediksi saya kita menang 2-1,” ujarnya optimistis.
Keyakinan itu bukan tanpa alasan. Ia melihat perubahan gaya permainan Timnas Indonesia di bawah asuhan pelatih John Herdman saat mengalahkan Saint Kitts & Nevis dengan skor 4-0.
“Melihat pertandingan kemarin, sekarang tidak terlalu mengandalkan striker. Lini belakang juga sangat baik. Itu yang bikin saya yakin,” kata Minto.
Di antara banyak pemain, Minto punya satu nama favorit yang ia sebut dengan julukan khas “preman Kemayoran”. yakni Justin Hubner.
Ia pun berharap Justin Hubner bisa langsung dimainkan sejak awal laga,
“Justin Hubner. Tegas, lugas, tanpa kompromi. Saya berharap dia dimainkan sejak awal,” katanya sambil tersenyum.
Lebih lanjut, Minta menyebut bahwa sepakbola bukan hanya soal 90 menit di lapangan.
Ini tentang perjalanan, tentang kebersamaan, dan tentang harapan yang terus hidup.
Ia pun menutup ceritanya dengan doa sederhana untuk masa depan Timnas Indonesia.
“Semoga di kalender FIFA dan ASEAN nanti, kita bisa keluar sebagai juara,” harapnya.