BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Kebakaran di Puskesmas Pandahan, Kabupaten YTapin, Kalimantan Selatan tidak hanya menimbulkan kerusakan, tetapi juga meninggalkan dampak psikologis bagi tenaga medis.
Sri Rahayu mengaku sempat mengalami gemetar saat kejadian berlangsung karena panik dan khawatir api membesar.
“Jujur saya gemetaran, ini pengalaman pertama menghadapi kebakaran,” ungkapnya, Senin (30/3/2026).
Meski demikian, ia tetap berusaha membantu proses evakuasi bersama rekan-rekannya.
Selain tenaga medis, masyarakat sekitar juga turut membantu proses evakuasi barang dari dalam puskesmas.
Baca juga: Penyebab Kebakaran Puskesmas Pandahan Tapin Diduga Arus Pendek Listrik, Indikasinya Lampu Berkedip
Baca juga: Puskesmas Pandahan Tapin Terbakar, Nakes Ungkap Sebelum Api Berkobar Terjadi Gangguan Listrik
Sejumlah aparat desa bahkan ikut mengangkut peralatan ke lokasi yang lebih aman.
Untuk sementara, pelayanan kesehatan direncanakan kembali dibuka secara terbatas setelah proses pembersihan selesai.
Sri Rahayu berharap ke depan fasilitas kesehatan tersebut dapat dibangun kembali dengan kondisi yang lebih aman.
“Harapannya bisa dibangun lebih baik dan tahan terhadap risiko kebakaran,” pungkasnya. (Banjarmasinpost.co.id/ Mukhtar Wahid)