Training Center dan Kantor Advokasi Penyandang Disabilitas Dibangun di DIY, Ini Tujuannya
Muhammad Fatoni March 30, 2026 08:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Puluhan penyandang disabilitas di DIY bisa tersenyum lebar karena dimudahkan untuk mengakses pembelajaran, pemberdayaan sekaligus penguatan advokasi melalui kantor warehouse Ohana Training Center di Jalan Ngawen, Kalidadap, Harjobinangun, Pakem, Sleman yang baru saja diresmikan, Senin (30/3/2026). 

Fasilitas ini diharapkan menjadi pusat pembelajaran, pemberdayaan, sekaligus penguatan advokasi bagi penyandang disabilitas di DIY.

Gedung tersebut dibangun melalui bantuan CSR dari BlueScope Indonesia bersama Bank BPD DIY.

Government and External Affairs Manager BlueScope Indonesia, Donny Eko Prabowo, menilai pembangunan gedung ini merupakan bentuk komitmen nyata dalam mendukung inklusivitas. 

Gedung tersebut menjadi pusat pelatihan kursi roda adaptif dan pemberdayaan perempuan disabilitas berstandar global yang pasti membawa kemanfaatan bagi difabel.

"Material yang digunakan juga dirancang tahan terhadap korosi dan cuaca ekstrem, sehingga bisa digunakan dalam jangka panjang. Kami berharap kehadiran fasilitas ini dapat menjadi pemicu lahirnya inisiatif serupa di daerah lain. Kami ingin inklusivitas tidak hanya berhenti pada pidato, tetapi benar-benar diwujudkan dalam aksi nyata," jelasnya.

Pendiri dan Direktur Eksekutif Perkumpulan Ohana, Risnawati Utami, menegaskan kehadiran gedung ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat kerja-kerja advokasi disabilitas.

"Peresmian kantor dan warehouse ini menjadi peneguh kerja-kerja advokasi kami dalam memperjuangkan hak disabilitas di Indonesia," ungkapnya usai peresmian.

Ruang Inklusif

Menurutnya, gedung tersebut dirancang sebagai ruang inklusif yang tidak hanya berfungsi sebagai pusat pelatihan, tetapi juga sebagai wadah pengembangan ekonomi bagi penyandang disabilitas, termasuk perempuan disabilitas agar mampu menjadi pemimpin. 

"Ruang ini diharapkan menjadi wujud upaya agar penyandang disabilitas bisa setara dengan warga negara lainnya," ungkapnya.

Bangunan ini berdiri di atas lahan seluas 820 meter persegi, bangunan seluas 400 meter persegi.

Dirancang dengan memperhatikan aksesibilitas difabel, termasuk kemudahan distribusi kursi roda hingga akses kendaraan logistik seperti truk kontainer.

"Selama ini kami masih menggunakan bangunan kontrakan yang hampir habis masa sewanya. Karena itu, kami merancang gedung ini dengan benar-benar memahami kebutuhan difabel, mulai dari akses hingga fungsi ruang. Pembangunan gedung tersebut berlangsung selama sekitar 10 bulan," lanjutnya.

Baca juga: Wujud Syukur dan Cinta Kasih ke Sri Sultan HB X, Ribuan Pamong Akan Antar Hasil Bumi ke Kraton Yogya

Ohana Training Center menyediakan berbagai layanan, antara lain layanan kursi roda adaptif, reparasi dan servis kursi roda, konsultasi kerja sama distribusi, hingga pelatihan teknis. 

Selain itu, tersedia pula pelatihan advokasi kebijakan hak disabilitas, eliminasi kekerasan berbasis gender, serta layanan bantuan dan konsultasi hukum melalui law center. 

Tak hanya itu, pusat ini juga mengembangkan kegiatan ekonomi kreatif seperti produksi kerajinan tangan, handicraft event, hingga pembuatan wedding souvenir yang disertai pelatihan keterampilan bagi penyandang disabilitas.

Apresiasi 

Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, yang hadir menyampaikan apresiasinya atas hadirnya fasilitas tersebut. 

"Kami sampaikan selamat atas ruang baru ini. Semoga membawa manfaat bagi masyarakat dan mewujudkan pemenuhan hak disabilitas di DIY maupun Indonesia," ujar Danang.

Sementara perwakilam Kraton Yogyakarta, KPH Purbodiningrat, yang turut hadir menegaskan bahwa peresmian ini menjadi simbol komitmen bersama dalam memperjuangkan hak disabilitas. 

Semangat Hamemayu Hayuning Bawana bisa digelorakan dengan nyata melalui kerja bersama tersebut.

"Ini adalah wujud semangat hamemayu hayuning bawana, menciptakan kehidupan yang adil, inklusif, bermartabat, dan berkelanjutan. Dengan hadirnya Ohana Training Center, diharapkan penyandang disabilitas di DIY semakin memiliki ruang untuk berkembang," pungkasnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.