Laporan Wartawan Tribun Gayo Romadani | Aceh Tengah
TribunGayo.com, TAKENGON - Setelah melewati musibah banjir bandang dan longsor pada akhir November 2025 lalu, petani di Kabupaten Aceh Tengah kembali dihadapkan persoalan ekonomi.
Baca juga: Jelang Idul Fitri, Harga Cabai Merah di Aceh Tenggara Melonjak Tajam Rp50.000/Kg
Masyarakat mengeluhkan anjloknya harga cabai rawit yang dinilai tidak sebanding dengan biaya produksi.
Tanaman cabai rawit selama ini menjadi pilihan utama petani sebagai sumber penghasilan sambil menunggu musim panen kopi tiba.
Namun, kondisi harga terus menurun membuat petani merugi.
Salah seorang petani di Kecamatan Silih Nara, Ilhamdi mengatakan harga cabai rawit saat ini tidak mampu menutupi biaya produksi.
“Kalau cabai rawit Rp15.000 per kilogram, petani tidak balik modal, apalagi dapat untung,” ujarnya.
Ia menjelaskan, selama bulan Ramadan harga cabai rawit sempat bertahan di kisaran Rp22.000 per kilogram (Kg).
Baca juga: Pekan Lawe Sigala Aceh Tenggara Dipadati Pembeli, Harga Cabai Stabil
Namun menjelang Lebaran turun menjadi Rp16.000 per kg, dan kini, Senin (30/3/2026), kembali anjlok ke angka Rp15.000 per kg.
Kondisi ini membuat petani berada dalam posisi serba sulit.
Upaya memprediksi waktu tanam agar mendapatkan harga bagus kerap tidak membuahkan hasil.
“Petani selalu mencoba prediksi waktu tanam supaya harga bagus, tapi tidak ada yang bisa menjamin stabilitas harga,” katanya.
Petani juga mengungkapkan bahwa harga cabai rawit bahkan pernah jatuh hingga Rp10.000 per kg.
Angka tersebut jauh dari kata layak jika dibandingkan dengan biaya produksi seperti bibit, pupuk, hingga ongkos panen.
“Belum lagi biaya lain seperti mulsa, lahan, dan penyemprotan. Harapan kami harga bisa lebih sesuai. Tapi sejauh ini pemerintah juga belum bisa menjamin stabilitas harga,” tambah Ilham.
Sementara itu, pantauan TribunGayo.com di Pasar Paya Ilang Takengon, harga cabai rawit di tingkat pedagang justru berada di kisaran Rp25.000 per kg hingga Rp30.000 per kg. (*)
Baca juga: Harga Bumbu Dapur di Aceh Tengah Relatif Stabil, Cabai dan Bawang Rp 35 Ribu/Kilogram