TRIBUNMANADO.CO.ID - Duka cita yang mendalam dialami keluarga pelayan khusus (Pelsus) GMIM, Jemaat Eben Heazer Watutumou Wilayah Kalawat I, Minahasa Utara (Minut), Sulawesi Utara (Sulut).
Penatua (Pnt) Am Leo Sahuburua ST dan Diaken (Dkn) Eva Andilolo ST SH berpulang pada Senin (30/3/2026).
Valentine Grieda Sahuburua (30), putri semata wayang pasangan suami istri (pasutri) tersebut yang meninggal selang waktu hampir dua jam, berupaya kuat menghadapi gumul duka.
Dijumpai reporter Tribun Manado Christian Wayongkere di rumah duka, Perum Watutumou Jaga 1, Desa Watutumou, Kecamatan Kalawat, Minut, Sulut Ida begitu sapaan Valentine nampak tegar.
Pemukiman tersebut awalnya bernama Perum Bohusami.
Nama gang atau lorang di perumahan tersebut, memakai singkatan dari nama daerah-daerah di Provinsi Sulut.
Seperti jalan Satal (Sangir Talaud), Minahasa, Bitung, Limboto dan Manado.
Akses ke perum itu, masuk dari depan Telkom Mas Watutumou, atau di antara dua ritel modern Alfamart dan Indomart Watutumou.
Dari kantor Bupati Minut di Kelurahan Airmadidi Atas, Kecamatan Airmadidi, jaraknya 11 kilometer (Km) dan dapat ditempuh dalam waktu 20 menit pakai kendaraan.
Di depan rumah duka, berdiri tenda warna putih dipadukan dengan warna ungu.
Deretan papan bunga ucapan duka dari Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara (Minut), terpasang di tembok dan pagar rumah duka.
Sejumlah pelayat duka bergantian mendatangi rumah duka, menyalami sanak keluarga hingga anak kedua suami istri yang meninggal.
Peluk hangat hingga ucapan duka keluar disampaikan pelayat duka kepada keluarga.
Para pelayat duka yang datang sebagaian besar menggunakan pakaian serba hitam-hitam.
Mendiang pasangan suami istri tersebut oleh sang anak terkasih Ida, dipanggil dengan sebutan Papi dan Mami.
"Iklas dengan kepergian Papi dan Mami. Ida lihat kedua wajah papi dan mami yang terbujur kaku di peti, seperti sedang tidur, meninggal dengan senang," kenang Ida saat diwawancara reporter Tribun Manado Christian Wayongkere, Senin (30/3/2026).
Saat wawancara berlangsung cuaca cerah.
Ida kenang, kebiasaan kedua orang tuanya saat akan pergi ke gereja, memberi tumpangan untuk jemaat.
Mendiang Pnt Am Leo pernah bekerja di tempat sablon yang ada di Jalan Samrat, Manado.
Pnt Am Leo Lahir di Ambon 15 Mei tahun 1967.
Mendiang Diaken Eva lahir di Tana Toraja 6 April 1973 memiliki latar belakang profesi sebagai seorang Legal Perusahan.
Mendiang Dkn Eva meninggal di hari Sabtu (28/3/2026) pukul 23.51 Wita dan sang Suami Pnt Am Leo meninggal hari Minggu (29/3) pukul 02.08 Wita, di Sentra Medika Hospital Minut.
Sebelum meninggal mendiang Dkn Eva menjalani perawatan sakit di rumah sakit.
Mendiang Dkn Eva adalah anak keenam dari 9 bersaudara, tiga diantaranya termasuk Dkn Eva sudah meninggal.
Sementara mendiang Pnt Am Leo anak kedua dari tiga bersaudara.
"Mami orangnya tegas, disiplin, pekerja keras, ulet bentuk kasih sayang ke anaknya. Papi orangnya kalem dan sabar," jelas Ida.
Sembari menambahkan di pelayanan Gereja sang Papi empat periode menjadi pelayan khusus (pelsus).
Terinformasi pasutri tersebut akan di makamkan pada hari Selasa (31/3/2026).
(TribunManado.co.id/Crz)
WhatsApp TribunManado.co.id : KLIK