21 Warga Asal Minut Sulut yang Kapalnya Tenggelam di Perairan Maluku Utara Dilaporkan Selamat Semua
Dewangga Ardhiananta March 31, 2026 12:22 AM

TRIBUNMANADO.CO.ID - KM Nazila 05 tenggelam di perairan utara Pulau Taliabu, Provinsi Maluku Utara (Malut), Senin (30/3/2026).

Kondisi 21 anak buah kapal (ABK) yang tenggelam tersebut dilaporkan selamat semua.

Hal ini berdasarkan informasi yang diperoleh Tribun Manado.

Jurnalis Tribunmanado.co.id Christian Wayongkere mengkonfirmasi dari Wiwin Zakaria, Senin (30/3/2026) pukul 22.10 WITA.

Wiwin Zakaria adalah keluarga korban yang bermukim di Desa Kema 3, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara.

"Mereka kini berada di rakit atau rumpon di Perairan Dudepo," ujar Wiwin dihubungi via telepon.  

"Kami juga menerima informasi dari mereka lewat sambungan frekuensi radio," kata Wiwin.

Menuruti Wiwin, jumlah ABK yang ada di atas Kapal KM Nazila 05 berjumlah 21 orang.

Ke-21 ABK tersebut merupakan warga Desa Kema, Minahasa Utara. 

Perairan Dudepo

Perairan Dudepo masuk wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), Sulawesi Utara.

Berbatasan dengan Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo. 

Ibu kota Bolsel berjarak sekira 250 km dari Kota Manado.

Kronologi

KM Nazila 05 tenggelam di perairan utara Pulau Taliabu, Provinsi Maluku Utara, Senin (30/3/2026). 

Informasi kejadian tersebut pertama kali diterima Kantor SAR Palu dari pemilik kapal, Rifani Samatia, pada Senin (30/3/2026) sekitar pukul 10.00 Wita.

Kapal tangkap ikan alias pajeko tersebut berangkat dari Desa Jorjoga, Kecamatan Taliabu Utara, Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara, Minggu (29/3/2026) pukul 18.00 WIT.

Namun dalam perjalanan kapal mengalami patah haluan akibat cuaca ekstrem. 

Kapal kemudian karam di perairan perbatasan Kabupaten Pulau Taliabu (Malut) dan perairan Kabupaten Banggai (Sulawesi Tengah).

Tepatnya di koordinat sekitar 0°27'00'' LS dan 124°51’00” B atau sekitar 133 mil laut dari Luwuk, Kabupaten Banggai, dengan radial 76 derajat.

Kapal Nazila 05 berencana menuju Desa Kema, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara.

Kepala Basarnas Palu Muhammad Rizal menjelaskan, nahkoda kapal sempat menghubungi pemilik kapal dan melaporkan bahwa kapal mengalami patah haluan akibat cuaca buruk pada Senin (30/3/2026) sekitar pukul 03.30 WIT.

Sekitar 30 menit kemudian, nahkoda kembali mengabarkan bahwa kapal telah tenggelam dan seluruh ABK melakukan evakuasi mandiri menggunakan long boat.

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim dari Kantor SAR Palu bergerak mencari korban.

Mereka bergerak dari Pelabuhan Lalong, Luwuk, Sulawesi Tengah, Senin (30/3/2026) pukul 10.15 WITA.

Dalam mencari korban, SAR Palu terus melakukan koordinasi dan penyebaran informasi kepada setiap nelayan yang ditemui.

(TribunTernate.com)

WhatsApp TribunManado.co.id : KLIK

Diolah dari TribunTernate.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.