Tiga Jembatan Penghubung Antar Desa Ambles di Bondowoso, Diguyur Hujan Deras
Sri Wahyuni March 30, 2026 10:50 PM

TRIBUNMATARAMAN.COM, BONDOWOSO - Tiga jembatan di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, retak dan ambles, Senin (30/3/2026).

Jembatan tersebut rusak akibat hujan deras mengguyur Kabupaten Bondowoso.

Ketiga Jembatan itu adalah, pertama, jembatan penghubung Desa Sempol dan Desa Bandilan, Kecamatan Prajekan. 

Kemudian, jembatan penghubung Desa Tarum dan Desa Sempol.

Dalam beberapa rekaman video yang beredar, terlihat detik-detik jembatan ambles yang diawali dengan retaknya jembatan.

Imron, warga Desa Sempol, menerangkan, hujan deras sejak pukul 15.00 WIB, sekitar setengah jam kemudian air di sungai tinggi.

Baru kemudian diikuti jembatan yang retak hingga mengakibatkan amblesnya sisi kanan jembatan.

"Hujannya tadi jam 15," ungkapnya.

Jembatan ini menjadi penghubung dua desa yang sering dilintasi warga. Meski ada jalan lain, namun warga harus berputar lebih jauh.

Jembatan lain yang ambles total yakni, di Desa Klekean, Kecamatan Botolinggo. Jembatan ini menjadi akses utama siswa SDN Bandilan 3, 4, 5.

Baca juga: Pekerja Jaringan Wifi Asal Madiun Ditemukan Tewas di Atap Rumah Warga Magetan

Termasuk warga yang hendak melintas dari Dusun somporan Desa Klekean, Kecamatan Botolinggo -  Dusun Taman Arum, Desa Bandilan, Kecamatan Prajekan, RT 32 RW 16.

Desa Klekean, Kecamatan Botolinggo ke Desa Bandilan, Kecamayan Prajekan, begitupun sebaliknya.

Tim gabungan antara BPBD, TNI-Polri, Pemerintah Desa, dan Kecamatan melakukan asesmen langsung. Memasang Safety Line, di ke dua sisi kanan kiri jembatan.

Menurut Kalaksa BPBD Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo, penyebab dari jembatan ambles ini yakni curah hujan yang sangat tinggi hingga membuat arus sungai meningkat di musim pancaroba ini.

Namun dipastikan dari sejumlah kerusakan tak ada korban jiwa.

"Alhamdulillah tak ada korban jiwa," ungkapnya.

Ia menerangkan pihaknya turun langsung bersama Dinas BSBK dan tim gabungan melakukan asesmen.

Tujuannya untuk menilai seberapa jauh tingkat kerusakannnya dan penyebabnya.

Sehingga jika nantinya memenuhi unsur tanggap darurat. Maka penanganannya diawali dengan  menerbitkan SK 1x24 jam dari kejadiannya. Kemudian penangananya menggunakan dana belanja tak terduga (BTT).

"Belanja BBT tak ada batas maksimal, sesuai kebutuhan," urainya.

Kepala BSBK Bondowoso, Anshori, menerangkan jembatan yang menjadi penghubung Desa Bandilan-Klekehan ambruk total bahkan pondasi hingga badan jembatan sudah hilang.

Sementara jembatan di Desa penghubung Desa Sempol dan Desa Bandilan, Kecamatan Prajekan kondisinya jembatannya sudah tinggal separuh.

Setelah ini tim gabungan akan menghitung kebutuhan anggaran, hingga skema yang akan digunakan dalam penanganan.

"Besok kita rapatkan dengan tim," pungkasnya.

(Sinca Ari Pangistu/TribunMataraman.com)

Editor : Sri Wahyunik

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.