Grid.ID - Maudy Ayunda kembali menunjukkan bakatnya di dunia perfilman sekaligus musik melalui film Para Perasuk. Tak hanya berperan sebagai aktris, ia juga dipercaya mengisi soundtrack untuk film tersebut.
Dalam proyek ini, Maudy menyumbangkan dua lagu berjudul "Aku yang Engkau Cari" dan "Di Tepi Lamunan". Keterlibatannya di dua bidang sekaligus menjadi tantangan tersendiri selama proses produksi.
Ia mengaku bahwa proses pembuatan lagu tidak selalu berjalan mulus. Ada berbagai hambatan yang harus ia hadapi, terutama dalam menemukan lirik yang tepat.
"Kalau dalam proses membuat lagu sih kesulitannya tetap ada dalam arti kadang-kadang tuh kita perlu waktu untuk menemukan misalnya lirik atau kata-kata yang pas," ujarnya saat berada dikawasan Casablanca, Jakarta Selatan pada Senin (30/3/2026).
Maudy menjelaskan bahwa proses kreatif tersebut sering kali memerlukan diskusi berulang. Ia bahkan harus bolak-balik melakukan revisi demi mendapatkan hasil terbaik.
"Itu sempat back and forth dan sebenarnya Wregas (sutradara) sempat ada beberapa masukkan juga, usulin juga gitu. Bagian terakhir tadi yang 'dipelukmu' itu sebenarnya input dari Wregas ke aku, ya udah itu kita ambil," ungkapnya.
Selain soal lirik, tantangan lain datang dari batasan yang harus tetap dijaga. Ia harus memastikan lagu yang dibuat tetap selaras dengan nuansa film.
"Nah itu yang justru menjadi constraint tersendiri gitu. Kita bisa bereksplorasi tapi nggak bisa terlalu jauh sampai orang ini merasa ini dunia yang berbeda," katanya.
Menurut wanita berusia 31 tahun ini, menjaga keselarasan antara lagu dan film bukanlah hal mudah. Ia harus tetap menghadirkan karya yang orisinal tanpa keluar dari konteks cerita.
"Jadi itu yang menjadi tantangannya karena kita harus memberikan rasa yang orisinil tentunya tapi juga seperti satu dunia, seperti nyambung gitu sama filmnya dan itu yang selalu menjadi tantangan," tuturnya.
"Dan ya mungkin yang sulit juga adalah sebenarnya dari awal mindset-nya cuma satu lagu nih," lanjutnya.
Namun, seiring berjalannya waktu, muncul ide untuk menghadirkan lebih dari satu lagu. Hal ini membuat Maudy harus mempertimbangkan kembali keputusan kreatifnya.
"Jadi pada saat jadi dua lagu, itu aku juga merasa 'Ini juga bagus, tapi aku juga kayaknya yang ini cukup berbeda deh untuk tetap kita launch juga'," ucapnya.
Keputusan untuk merilis dua lagu sekaligus pun menjadi dilema tersendiri. Ia harus menentukan apakah keduanya layak untuk diperkenalkan ke publik.
"Itu juga jadi tantangan tuh, apakah kita tetap pilih satu saja atau ya sudahlah kita why not gitu, kita buat dua-duanya," pungkasnya.
Pada akhirnya, Maudy memilih untuk merilis kedua lagu tersebut. Keputusan itu diambil setelah mempertimbangkan nilai artistik dan kesesuaian dengan film.