TRIBUNKALTENG.COM - Hasil akhir final playoff Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Eropa pada Rabu (1/4) dini hari Bosnia vs Italia skor 1-1 dan berlanjut ke menit penentuan berikutnya. Sayang pemain AS Roma gagal penalti.
Update skor hasil Bosnia vs Italia, pada babak kedua berjalan sengit demi Piala Dunia 2026.
Baca juga: Skor 3-2 Hasil Akhir Swedia vs Polandia, Lewandowski cs Gagal Go Piala Dunia 2026
Pada perpanjangan waktu tak ada terjadi gol. Laga Bosnia vs Italia berlangsung ketat dan sengit.
Laga Bosnia vs Italia berlanjut ke drama adu penalti, pemain AS Roma Bryan Cristante gagal mencetak gol dari titik penalti! Tendangannya hanya membentur mistar gawang.
Nasib serupa Francesco Pio Esposito yang kehilangan ketenangannya dan gagal mengeksekusi penalti.
Ia menendang bola melambung jauh di atas mistar gawang dan masuk ke tribun penonton.
Babak kedua, menit 79 skor 1 - 1 Gol! Haris Tabakovic (Bosnia & Herzegovina) menembakkan bola rebound ke tengah gawang setelah bola jatuh kepadanya di dalam kotak penalti.
Timnas Italia tampil meyakinkan sejak babak pertama. Pada menit 15 skor berubah 0 - 1 Gol! Moise Kean menerima umpan dan tanpa ragu melepaskan tembakan tak terbendung ke sudut kanan atas gawang.
Susunan Pemain Italia
Donnarumma G.(G)(C)
23 Mancini G.
21 Bastoni A.
13 Calafiori R.
7 Politano M.
18 Barella N.
5 Locatelli M.
8 Tonali S.
3 Dimarco F.
11 Kean M.
9 Retegui M
susunan Pemain Bosnia
Susunan Pemain Awal
1 Vasilj N.(G)
7 Dedic A.
18 Katic N.
4 Muharemovic T.
5 Kolasinac S.
20 Bajraktarevic E.
13 Dasar I.
14 Sunjic I.
15 Memic A.
10 Demirovic E.
11 Dzeko E.(C)
Daei lima pertandingan terakhir, mereka berhasil meraih empat kemenangan meski sempat mengalami satu kekalahan.
Kemenangan atas Israel dan Estonia menunjukkan konsistensi tim dalam mencetak gol dan menjaga pertahanan.
Lini belakang Italia juga diperkuat kiper andalan Gianluigi Donnarumma, yang menjadi sosok penting dalam menjaga stabilitas pertahanan.
Selain itu, kreativitas lini tengah yang diisi Nicolò Barella dan Sandro Tonali akan menjadi kunci permainan.
Di lini depan, Italia mengandalkan kombinasi Moise Kean dan Mateo Retegui yang memiliki kemampuan mencetak gol dari berbagai situasi.
Sementara itu, Bosnia dan Herzegovina menunjukkan performa yang cukup stabil meski belum sepenuhnya konsisten.
Dalam lima laga terakhir, mereka belum terkalahkan dengan dua kemenangan dan tiga hasil imbang. Hasil ini menunjukkan bahwa Bosnia bukan lawan yang mudah dikalahkan.
Sosok veteran Edin Dzeko masih menjadi andalan di lini depan Bosnia. Pengalaman dan insting golnya akan sangat dibutuhkan untuk menembus pertahanan Italia yang solid.
Selain itu, pemain seperti Sead Kolasinac akan berperan penting dalam menjaga keseimbangan tim, terutama saat menghadapi tekanan dari lini serang Italia.
Namun, jika melihat rekor pertemuan, Italia jelas lebih dominan.
Dari lima pertemuan terakhir, Italia berhasil meraih empat kemenangan dan satu hasil imbang. Bosnia belum pernah menang atas Italia, yang menjadi tantangan besar dalam laga ini.
Sebagaimana diketahui Bosnia berada di peringkat ke-66, sedangkan Wales duduk di urutan ke-35 dunia.
Zmajevi sendiri lolos ke final play-off usai menyingkirkan Wales lewat adu penalti setelah bermain seri 1-1 di waktu normal.
Di sisi lain, pasukan Gennaro Gattuso siap-siap untuk mendapatkan tekanan luar biasa dari pendukung Bosnia di Stadion Bilino Polje, Zenica.
Pasalnya, stadion yang berkapasitas 13.632 kursi tersebut bakal dipadati oleh sekitar 8 ribu pendukung tuan rumah.
Terlebih lapangan di Bilino memiliki jarak sangat dekat dengan tribune.
Akibatnya, teror-teror verbal dari suporter pasti bakal sangat dirasakan Gianluigi Donnarumma dkk.
Selain dari segi militansi fan tuan rumah, kondisi lapangan maupun infrastruktur pendukung yang buruk menambah kesan horor di stadion ini.
Kabar Piala Dunia 2026
Laga keduanya bisa disaksikan di Indonesia pada pukul 02.00 WIB, 12 Juni 2026.
Berlangsung di 16 kota berbeda di Kanada, Amerika Serikat, dan Meksiko.
Turnamen ini mencatat sejarah baru karena jumlah peserta meningkat dari 32 menjadi 48 negara, sehingga fase grup kini menghadirkan tiga hari pertandingan dengan enam laga setiap harinya.
Laga pembuka akan digelar pada 11 Juni 2026 di Stadion Azteca, Meksiko City, mempertemukan tuan rumah Meksiko dengan Afrika Selatan.
Sementara pertandingan final dijadwalkan berlangsung di MetLife Stadium, New York, pada 19 Juli 2026.
Rangkaian Jadwal Piala Dunia 2026
Laga Pembuka: 11 Juni
Pekan 1: 11–17 Juni
Pekan 2: 18–23 Juni
Pekan 3: 24–27 Juni
Babak 32 Besar: 28 Juni–3 Juli
Babak 16 Besar: 4–7 Juli
Perempat Final: 9–11 Juli
Semifinal: 14–15 Juli
Perebutan Tempat Ketiga: 18 Juli
Final: 19 Juli
Daftar Pertandingan Fase Grup
11 Juni 2026
Meksiko vs Afrika Selatan (Grup A)
Korea Selatan vs Pemenang Play-off Eropa D (Grup A)
12 Juni 2026
Kanada vs Pemenang Play-off Eropa A (Grup B)
Amerika Serikat vs Paraguay (Grup D)
13 Juni 2026
Brasil vs Maroko (Grup C)
Australia vs Pemenang Play-off C (Grup D)
Haiti vs Skotlandia (Grup C)
Qatar vs Swiss (Grup B)
14 Juni 2026
Jerman vs Curaçao (Grup E)
Pantai Gading vs Ekuador (Grup E)
Belanda vs Jepang (Grup F)
Pemenang Play-off B vs Tunisia (Grup F)
15 Juni 2026
Spanyol vs Tanjung Verde (Grup H)
Arab Saudi vs Uruguay (Grup H)
Belgia vs Mesir (Grup G)
Iran vs Selandia Baru (Grup G)
16 Juni 2026
Prancis vs Senegal (Grup I)
Pemenang Play-off Global 2 vs Norwegia (Grup I)
Argentina vs Aljazair (Grup J)
Austria vs Yordania (Grup J)
17 Juni 2026
Inggris vs Kroasia (Grup L)
Ghana vs Panama (Grup L)
Portugal vs Play-off Global 1 (Grup K)
Uzbekistan vs Kolombia (Grup K)
Selanjutnya, fase grup akan berlanjut hingga 27 Juni, sebelum memasuki babak gugur yang dimulai dengan Round of 32 pada 28 Juni dan berakhir dengan final pada 19 Juli.
Selain fase grup yang padat, salah satu hal menarik dari Piala Dunia 2026 adalah potensi menghadirkan pertandingan elite di putaran awal karena komposisi grup lebih dinamis dan jumlah negara peserta semakin besar.
Meski masih beberapa bulan lagi, satu hal yang hampir selalu terulang ketika menonton pertandingan melalui layanan streaming adalah buffering.
Karena itu, persiapan sejak awal menjadi penting, agar pengalaman menonton tetap mulus ketika pertandingan akhirnya dimulai.
Laporan industri jaringan global mencatat bahwa trafik internet bisa meningkat hingga 20–30 persen saat event olahraga besar berlangsung, terutama di jam pertandingan utama.
Ketika lonjakan ini bertemu dengan jaringan yang tidak stabil, pengalaman menonton pun langsung terdampak.
(Tribunkalteng)