Mulai 1 April Pembagian MBG Dikurangi, Kini Jadi 5 Hari Sepekan, Efesiensi Hemat Anggaran 20 Triliun
Salomo Tarigan April 01, 2026 07:27 AM

Mulai 1 April pemerintah melakukan efisiensi penyaluran MBG.

Pembagian makanan segar yang sebelumnya diberikan enam hari dalam sepekan, kini disesuaikan menjadi lima hari kerja.

Langkah ini diprediksi akan menyelamatkan anggaran negara hingga Rp20 triliun.

Sebuah angka yang signifikan di tengah transformasi budaya kerja dan gerakan hemat energi nasional.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menjelaskan bahwa penyesuaian ini bertujuan untuk menyinkronkan program dengan hari aktif sekolah dan kerja.

Baca juga: Update Resmi Harga BBM 1 April Pertalite, Pertamax, Solar Diumumkan Pemerintah, Cek Daftar Harganya

“Pemerintah mendorong optimalisasi program Makan Bergizi Gratis. Program ini diarahkan untuk penyediaan makanan segar selama lima hari dalam seminggu,” ungkap Airlangga dalam konferensi pers, Selasa (31/3/2026).

Meski ada pemangkasan jadwal secara nasional, pemerintah menegaskan tidak akan memukul rata kebijakan ini.

Prinsip keadilan tetap dikedepankan bagi wilayah yang paling membutuhkan.

Baca juga: Panduan Cara Pembayaran UTBK-SNBT 2026 dari Bank Mandiri, BNI, BRI, BSI Bisa via Teller atau ATM

Khusus untuk:

  • Sekolah Berasrama (Pesantren/Boarding School)
  • Wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal)
  • Daerah dengan Angka Stunting Tinggi. Pada kategori tersebut, distribusi MBG tetap berjalan penuh selama enam hari dalam sepekan (Senin hingga Sabtu) guna memastikan kebutuhan nutrisi tetap terjaga secara konsisten.

Hingga awal Maret 2026, program MBG tercatat telah menjangkau lebih dari 60 juta jiwa.

Penerima manfaat ini mencakup spektrum luas mulai dari anak-anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, hingga kelompok lanjut usia (lansia).

Kebijakan "potong satu hari" ini menjadi bagian dari paket transformasi besar yang diberlakukan pemerintah mulai 1 April 2026.

Melalui langkah ini, potensi penghematan sebesar Rp20 triliun diharapkan dapat dialokasikan kembali untuk memperkuat ketahanan pangan dan sektor produktif lainnya tanpa mengurangi kualitas gizi yang diberikan pada hari-hari operasional.

Baca juga: Nasib Timnas Italia Gagal Lolos ke Piala Dunia 2026, Disingkirkan Bosnia lewat Drama Adu Penalti

Baca juga: Terungkap Kejanggalan Tewasnya Ermanto, Keluarga Heran Saksi yang Angkat Korban di TKP tak Diperiksa

 (*/TRIBUN-MEDAN.com) 

Sumber: tribunnews.com 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.