TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Asosiasi Perusahaan Semen Seluruh Indonesia (ASPERSSI) mencatat sepanjang tahun 2025, volume produksi semen nasional turun sekitar 4,5?ri 67,8 juta ton menjadi 64,7 juta ton.
Sejalan dengan itu, penjualan semen domestik juga menurun sekitar 1,5 persen.
Perlambatan tersebut dipengaruhi oleh melemahnya daya beli masyarakat, curah hujan tinggi yang menunda aktivitas konstruksi, serta perlambatan sejumlah proyek infrastruktur.
Sementara itu, industri semen nasional juga masih menghadapi tantangan kelebihan kapasitas produksi, sehingga memperketat persaingan di pasar domestik.
Menanggapi lanskap bisnis pada tahun 2025, Direktur Utama PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB), Rizki Kresno Edhie Hambali, menyampaikan, tahun 2025 menjadi momentum transformasi dalam sinergi bersama SIG selaku induk usaha untuk memperkuat resilensi di tengah tekanan industri.
Menurutnya, perseroan pada tahun lalu membukukan volume penjualan semen dan terak sebesar 12,1 juta ton dan pendapatan tercatat Rp10,7 triliun.
Beban pokok pendapatan tercatat Rp8,32 triliun, EBITDA mencapai Rp1,87 triliun, laba periode berjalan mencapai Rp659 miliar.
Adapun program efisiensi yang dijalankan secara disiplin berkontribusi menurunkan beban keuangan sebesar 34,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
“Pada aspek operational excellence, kami meningkatkan efisiensi produksi, optimalisasi energi dan bahan bakar alternatif. Sedangkan pengelolaan pemasaran dan penjualan difokuskan pada penguatan merek dan saluran distribusi terutama di area-area dengan marjin tinggi,” kata Rizki dikutip Senin (30/3/2026).
Dalam sinergi bersama SIG, kata Rizki, perseroan optimis dapat terus menjaga momentum pertumbuhan melalui sejumlah inisiatif strategis dan inovasi.
Salah satu langkah strategis tersebut yaitu proyek pengembangan dermaga dan fasilitas produksi untuk ekspor semen di Tuban, Jawa Timur yang merupakan bagian dari kerja sama strategis Perusahaan dengan Taiheiyo Cement Corporation.
"Fasilitas dengan kapasitas ekspor 500 ribu hingga 1 juta ton semen ini ditargetkan untuk mulai operasional pada pertengahan tahun 2026,” ungkapnya.
Baca juga: Ini Langkah Industri Semen Catatkan Nol Kecelakaan Kerja yang Menyebabkan Kematian
Selain ekspor, kerja sama strategis dengan Taiheiyo juga dilakukan untuk mengembangkan lini bisnis soil stabilization (stabilisasi tanah), untuk menjawab tantangan di industri konstruksi sekaligus menciptakan pasar baru guna membuka peluang pertumbuhan.