Makin Berani Lawan Trump, Spanyol Tutup Wilayah Udaranya bagi Pesawat AS dalam Perang Iran
TRIBUNNEWS.COM - Ancaman Presiden Amerika Serikat (AS) DOnald Trump untuk memutus semua hubungan dagang tak membuat Spanyol gentar untuk melawan niatan AS melanjutkan perang melawan Iran.
Terbaru, Pemerintah Spanyol menyatakan telah menutup wilayah udaranya untuk semua pesawat yang terlibat dalam perang AS-Israel di Iran.
Baca juga: Trump: AS Putus Semua Hubungan Dagang dengan Spanyol yang Usir Militer AS Saat Serang Iran
Spanyol juga sudah mencegah Washington melancarkan serangan terhadap Iran dari pangkalan-pangkalan mereka.
Menteri Pertahanan Spanyol Margarita Robles mengatakan kepada wartawan pada Senin (30/3/2026) kalau "penggunaan pangkalan dan, tentu saja, wilayah udara Spanyol tidak diizinkan dalam operasi yang terkait dengan perang di Iran," membenarkan laporan yang diterbitkan oleh surat kabar Spanyol El País.
Dalam sebuah wawancara radio yang disiarkan pada Senin, Carlos Cuerpo, wakil perdana menteri dan menteri perekonomian Spanyol, mengatakan bahwa negaranya telah memutuskan untuk menutup wilayah udara Spanyol bagi semua pesawat yang terkait dengan perang AS-Israel di Iran.
Menteri tersebut menambahkan bahwa langkah ini "berada dalam kerangka keputusan pemerintah Spanyol untuk tidak berpartisipasi atau mendukung perang ini, yang dimulai secara sepihak dan melanggar hukum internasional."
Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, seorang politikus sosialis, telah melarang Amerika Serikat menggunakan pangkalan militer Rota dan Moron untuk operasi melawan Iran setelah dimulainya perang.
Spanyol dan Amerika Serikat telah bersama-sama mengoperasikan dua pangkalan ini, yang terletak di Andalusia di selatan negara itu, selama beberapa dekade.
Beberapa hari lalu, Sanchez menggambarkan perang di Timur Tengah sebagai "absurd, brutal, dan tidak sah," menekankan bahwa perang tersebut melibatkan skenario yang "jauh lebih buruk" daripada invasi Irak tahun 2003.