POSBELIUTNG.CO - Sejumlah siswa SMKN 1 Sungailiat, Bangka, dilaporkan mengalami pusing dan mual diduga setelah mengonsumsi menu burger dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Maret 2026.
Menanggapi kejadian ini, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jalan Imam Bonjol resmi menghentikan operasional sementara sejak 11 Maret 2026 guna evaluasi menyeluruh dan menunggu hasil uji laboratorium Dinkes serta BPOM.
Peristiwa ini bermula saat pendistribusian menu MBG berupa burger di SMKN 1 Sungailiat pada momen Ramadan lalu.
Kepala SMKN 1 Sungailiat, Nina Erlina, menjelaskan bahwa dari total 1.059 siswa, baru sekitar 500 porsi burger yang diantar oleh pihak dapur.
"Dan burger itu baru diantar setengah oleh mereka (Dapur MBG-red), belum semuanya," kata Nina kepada Bangkapos.com, Senin (30/3/2026).
Gejala awal muncul ketika seorang siswi kelas 10 tiba-tiba muntah setelah menyantap sebagian kecil burger tersebut.
Pasca kejadian siswi muntah, pihak sekolah melakukan pemeriksaan mendadak terhadap sisa burger yang belum dikonsumsi.
Hasil pengecekan menunjukkan adanya beberapa potong roti burger yang sudah dalam kondisi berjamur.
"Yang berjamur tuh yang lain. Sejam kemudian baru ada yang mengeluh pening (pusing-red)," ungkap Nina.
Pihak sekolah segera menarik kembali seluruh bantuan makanan yang belum terlanjur dimakan oleh para siswa.
Meski ditemukan roti berjamur, Nina menyebutkan bahwa siswi yang muntah justru mengonsumsi roti yang terlihat dalam kondisi baik.
"Yang muntah itu hanya satu orang, tapi saya enggak bisa menyatakan itu keracunan roti tadi, karena kami periksa roti punya dia tidak berjamur," jelasnya.
Terdapat empat siswi lain yang juga mengeluh pusing dan mual, bahkan satu di antaranya harus menjalani rawat inap selama dua hari.
Namun, belakangan diketahui dari hasil pemeriksaan RSUD Depati Bahrin bahwa siswi yang dirawat inap tersebut memiliki riwayat penyakit tertentu.
"Anak ini ada sakit vertigo, kambuh kayaknya. Kami dikasih tahu orang tuanya setelah keluar hasil pemeriksaannya," tutur Nina.
Pihak pengelola dapur MBG atau SPPG Jalan Imam Bonjol menyatakan bertanggung jawab penuh atas seluruh biaya pengobatan siswa.
Wahyuni, PIC Yayasan Dapur MBG Imam Bonjol, mengonfirmasi bahwa operasional mereka dihentikan sementara berdasarkan instruksi Badan Gizi Nasional.
"Terhitung mulai tanggal 11 Maret 2026, SPPG Parit Padang berhenti operasional sementara berdasarkan surat dari Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan Badan Gizi Nasional," jelas Wahyuni melalui pesan WhatsApp.
Langkah ini diambil untuk melaksanakan evaluasi standar kualitas menu demi keamanan penerima manfaat di masa depan.
Saat ini, publik masih menunggu kepastian penyebab pasti gejala medis yang dialami para siswa melalui uji sampel resmi.
"Kami sedang menunggu hasil uji sampel laboratorium dari Dinas Kesehatan dan BPOM yang akan menjadi acuan utama," tambahnya.
Pihak SPPG memastikan bahwa saat ini seluruh siswa yang terdampak sudah dalam kondisi sehat tanpa gangguan kesehatan signifikan. (bangkapos.com/ Arya Bima Mahendra)