Tribunlampung.co.id, Teluk Haifa - Asap hitam membumbung tinggi di langit Teluk Haifa pada Senin pagi. Dari kejauhan, kobaran api terlihat keluar dari satu di antara area industri yang menjadi pusat aktivitas energi di kawasan tersebut.
Di tengah ketegangan konflik yang kembali memanas, para petugas pemadam kebakaran dan pekerja kilang bergegas menuju lokasi untuk memastikan api tidak meluas.
Kilang minyak milik perusahaan Israel, Bazan Group di Teluk Haifa, di utara negara itu, mengalami kerusakan dan kebakaran hebat, pada Senin (30/3/2026).
Kebakaran dilaporkan sebagai akibat dari serangan rudal serentak dari Iran dan Lebanon terhadap Israel bagian utara dan tengah.
"Kebakaran terjadi di dekat kilang minyak Israel menyusul serangan rudal Iran. Dinas pemadam kebakaran Israel mengatakan hari ini kalau sebuah bangunan industri dan sebuah truk tangki bahan bakar di kilang minyak Haifa rusak akibat pecahan peluru dari rudal yang dicegat, tetapi tidak ada laporan korban luka," kata laporan Khaberni, Senin, sebagaimana dikutip Tribunnews.com.
Baca juga: Ancaman Donald Trump Jika Selat Hormuz Tak Dibuka, Iran Tantang Balik AS
Sebagai dampak langsung, radio militer Israel melaporkan bahwa saham Grup Bazan turun 2,5 persen setelah kilang minyaknya di Teluk Haifa menjadi sasaran serangan rudal.
Video yang beredar di media sosial menunjukkan kobaran api keluar dari tangki bahan bakar milik perusahaan Bazan.
Lembaga penyiaran resmi Israel, KAN, melaporkan: "Di Haifa, terjadi kerusakan langsung pada sebuah bangunan industri dan kerusakan pada sebuah bangunan tempat tinggal".
Namun, Menteri Energi Israel Eli Cohen menyatakan, tidak ada kerusakan yang dialami oleh fasilitas produksi di kilang minyak Haifa.
Bantahan ini ingin menunjukkan kalau pasokan bahan bakar tidak akan terpengaruh.
Sebelumnya, Iran menargetkan kilang minyak Haifa dengan serangan rudal pada 19 Maret, dan Kementerian Energi Israel mengatakan serangan itu menyebabkan kerusakan yang signifikan.
Selain Haifa, Channel 12 Israel melaporkan bahwa pecahan roket jatuh di kota Shafa'amr di utara, menyebabkan kerusakan pada bangunan.
Media tersebut mencatat bahwa tujuh lokasi di Israel utara telah diidentifikasi sebagai tempat jatuhnya pecahan roket.
Israel memberlakukan pemblokiran informasi besar-besaran dan sensor ketat terhadap gambar dan video yang menunjukkan kerugian yang diakibatkan oleh jatuhnya atau pencegatan rudal dan drone, serta mencegah peredaran gambar mengenai lokasi jatuhnya rudal dan drone tersebut.
Pada hari Minggu, kebakaran besar juga terjadi di sebuah pabrik kimia dekat kota Beersheba di Israel selatan, akibat serangan rudal Iran.