Gagal Diterapkan ke Lee Zii Jia, BAM Diusulkan Beri Sanksi bagi Pemain yang Tinggalkan Pelatnas
Delia Mustikasari March 31, 2026 02:33 AM

WILA WILDAYANTI/BOLASPORT.COM
Pebulu tangkis tunggal putra Malaysia sekaligus rival Jonatan Christie yakni Lee Zii Jia, bertekad untuk bisa kembali tembus 10 besar dunia.

BOLASPORT.COM - Wacana memberi sanksi bagi pemain yang meninggalkan pelatnas bulu tangkis Malaysia mengemuka setelah salah satu pemainnya mundur.

Pemain yang meninggalkan pelatnas Malaysia diusulkan mendapat sanksi 500 ribu ringgit Malaysia atau sekitar 2 miliar rupiah atau larangan bermain selama dua tahun bagi pebulu tangkis nasional Malaysia yang meninggalkan tim mungkin tampak keras.

Tetapi, mantan pemain hebat Datuk Rashid Sidek percaya bahwa aturan tersebut dibenarkan.

Pemain ganda putri Go Pei Kee adalah pemain terbaru yang meninggalkan Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia (BAM) tahun ini.

Kondisi ini membuat pelatih ganda putri nasional Malaysia, Rosman Razak harus bergegas mencari pasangan baru untuk Teoh Mei Xing menjelang Uber Cup 2026,

Namun, Pei Kee tidak akan dikenakan sanksi apa pun karena aturan tersebut baru akan diformalkan setelah rapat dewan pada Mei, meskipun klausul pelanggaran sudah ada dalam kontrak pemain.

Sekretaris BAM Datuk Kenny Goh mengatakan bahwa kontrak tersebut dirancang agar adil bagi kedua belah pihak.

Pemain yang meninggalkan klub sebelum waktunya dapat menghadapi larangan bermain di kompetisi internasional selama dua tahun atau diharuskan membayar kompensasi mulai dari 300.000 hingga 500.000 Ringgit Malaysia tergantung pada peringkat dunia mereka pada saat kepergian.

Rashid mengatakan bahwa badan nasional memiliki hak penuh untuk menerapkan tindakan tersebut setelah berinvestasi besar-besaran pada para pemain.

“Itu adil,” kata mantan pemain nomor 1 nasional, yang merupakan bagian dari tim Malaysia yang memenangkan Thomas Cup 1992 dilansir dari The Star.

BAM telah banyak berinvestasi pada para pemain.

“Saat ini, ketika seorang pemain mencapai level tertentu, mereka dapat memilih untuk pergi meskipun jasa mereka masih dibutuhkan.Di sinilah batasan perlu ditarik.”

Namun, Rashid menekankan bahwa aturan tersebut harus diterapkan berdasarkan kasus per kasus.

"Beberapa pemain mungkin cedera dan tidak dapat berkontribusi.” Dalam situasi seperti itu, BAM dapat berterima kasih atas jasa mereka dan melepaskan mereka meskipun mereka belum menyelesaikan kontrak mereka," ucap Rashid.

Mengenai mantan pemain nomor 1 nasional Ng Tze Yong, yang belum berkompetisi selama hampir setahun dan masih dalam proses untuk kembali berlatih penuh waktu, Rashid mengatakan BAM terus mendukung pemain tersebut.

“Tze Yong adalah kasus yang berbeda. Dia masih memiliki potensi dan asosiasi memberikan dukungan penuh kepadanya, yang bagus,” ujar Rashid.

Pemain berusia 25 tahun itu terakhir kali tampil pada Malaysian Masters 2025.

Ng saat ini berada di peringkat ke-211 dunia, tetapi terus menerima pendapatan yang sama dengan pemain top tim.

Bahkan, ia dikirim ke Doha untuk menjalani operasi ligamen anterior cruciate (ACL) untuk membantunya pulih dengan cepat.

Pada 1990-an, BAM memberlakukan hukuman serupa ketika Roslin Hashim dan Ismail Saman meninggalkan tim nasional dengan kesepakatan terpisah membayar masing-masing 67.000 (Rp 283 juta) dan 44.000 Ringgit Malaysia (Rp 186 juta).

Langkah serupa pada 2022 yang melibatkan Lee Zii Jia dan Goh Jin Wei tidak terwujud setelah mendapat kecaman publik.

Situasi tersebut mendorong BAM untuk membatalkan keputusan mereka menjatuhkan larangan bertanding Lee dan Goh selama dua tahun.

Kedua pemain tersebut sekarang berstatus profesional tetapi telah diundang untuk bergabung dengan persiapan tim nasional untuk Thomas dan Uber Cup 2026 di Horsens, Denmark, mulai 24 April- 3 Mei.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.