TRIBUNNEWS.COM - Megawati Hangestri Pertiwi dipastikan memiliki rekan baru untuk final four Proliga 2026. Jakarta Pertamina Enduro mengejutkan lewat perpisahan dengan pemain asingnya.
Pemain asing yang dimaksud tak lain adalah Yana Shcherban.
Jakarta Pertamina Enduro (JPE) membuat sebuah plot twist dengan memilih jalan berpisah dari Yana Shcherban, menjelang final four Proliga 2026 yang digulirkan 2 April di Surabaya, Jawa Timur.
Pengumuman perpisahan Jakarta Pertamina Enduro dengan pevoli asal Rusia berusia 36 tahun tersebut diumumkan melalui unggahan media sosial tim, Senin (30/3) malam WIB.
Dalam pengumuman perpisahan dengan Yana, Jakarta Pertamina Enduro menampilkan kolase video selama sang pevoli memperkuat tim milik BUMN ini.
Jakarta Pertamina Enduro juga mengucapkan terima kasih atas komitmen yang dibangun bersama sang pevoli. Sebab, Yana Shcherban memiliki jasa besar dalam kesuksesan JPE di Proliga 2025.
Yap, sebelum Proliga 2026, Yana sudah lebih dulu menjadi bagian krusial dari Jakarta Pertamina Enduro tahun lalu.
Bahkan sang hitter yang terkenal murah senyum ini, sukses membawa Jakarta Pertamina Enduro menjuarai Proliga 2025.
Keputusan JPE melepas Yana terbilang mengejutkan. Sebab, jika dibuat perbandingan performa, Yana Shcherban lebih stabil ketimbang Wilma Salas (Kuba).
Yana menutup fase reguler dengan raihan 201 poin, dua angka lebih sedikit dari Wilma Salas.
Dalam video yang diunggah JPE, perpisahan dengan Yana membuat skuad besutan Bulent Karslioglu bersedih. Satu di antaranya ialah setter Pertamina Enduro dan Timnas Voli Putri Indonesia, Tisya Amallya Putri.
Tisya berulang kali harus menyapu wajahnya menggunakan tisu karena bercucuran air mata. Yana mencoba menghibur sang rekan lewat tepukan pundak penenang.
Begitupula dengan mantan pemain Timnas Voli Putri Indonesia, Asih Titi Pangestuti. Quicker Jakarta Pertamina Enduro ini memberikan pelukan perpisahan dengan Yana.
Baca juga: Surabaya Jadi Jawaban Ramai Georg Grozer Gabung LavAni di Final Four Proliga 2026
Momen mengundang atensi juga hadir dari opposite andalan Timnas Voli Putri Indonesia dan Jakarta Pertamina Enduro, Megawati Hangestri Pertiwi.
Pevoli asal Jember, Jawa Timur ini memberikan lambaian dan cium jauh kepada Yana.
Dalam senyum untuk menghibur Yana, Megawati Hangestri melontarkan gesture perpisahan dan selamat jalan. Hal serupa juga dilakukan para penggawa Jakarta Pertamina Enduro lainnya.
"Halo JPE Friends, aku sangat menyayangi kalian, dan aku harap kalian segera menjadi Juara, sampai jumpa," kata Yana berharap dalam pesan singkat perpisahannya.
Pergantian pemain asing dari kubu JPE memang mengagetkan. Sebab petinggi Pertamina Enduro Werry Prayogi dan Widi Triyoso, dalam wawancaranya sebelum Hari Raya Idul Fitri lalu, sempat mengatakan bahwa timnya berpeluang besar tidak mengganti pemain asing.
Chemistry yang terjalin bagus antar pemain coba dipertahankan, seperti target mereka untuk kembali back to back kampiun Proliga.
Meski harus digarisbawahi, manajemen JPE memang sudah mencari opsi pengganti pemain asing jika dibutuhkan. Namun coach Bulent Karslioglu dalam penyampaian Werry Prayogi selaku Chief de mission, masih tanda tanya siapa yang harus diganti.
Sebab dalam penilaian pelatih asal Turki, chemistry antara pemain asing-lokal dari timnya sudah terjalin erat.
Kini yang menjadi pertanyaan, siapa rekan baru Megawati untuk final four Proliga 2026? Mengingat, isu yang beredar belum ada nama yang erat dikaitkan dengan JPE.
Setelah pengumuman berpisahnya dengan Shcherban, Jakarta Pertamina Enduro kembali dikaitkan dengan opposite asal Amerika Serikat, Jordan Thompson.
Sama seperti halnya Yana, Jordan Thompson merupakan bagian Jakarta Pertamina Enduro saat menjuarai Proliga 2025, yang didatangkannya pada babak final four.
(Tribunnews.com/Giri)