Dendam Masa Lalu dan HIV, Pengakuan Oknum Guru MTs Depok Jajakan Jasa Mesum Sesama Jenis
Budi Sam Law Malau March 31, 2026 12:17 PM

 

WARTAKOTALIVE.COM, DEPOK – Alasan, motif dan seputar penyebab oknum guru Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Sawangan, Depok, menjajakan layanan seksual sesama jenis, mulai terkuak. 

Di balik lembaran kertas tarif mesum yang ia sebarkan di Pamulang, tersimpan pengakuan memilukan tentang trauma masa lalu.

IM (35) mengaku dirinya adalah korban pencabulan sesama jenis saat masih duduk di bangku SMA dan perkuliahan, sebuah luka lama yang kini menyeretnya ke jurang kehinaan.

Baca juga: Depok Gempar: Oknum Guru MTs Pengidap HIV Jajakan Layanan Seksual, Disdik Lakukan Mitigasi Darurat

Akibat peristiwa kelam di masa mudanya tersebut, IM dinyatakan positif mengidap HIV (Human Immunodeficiency Virus) sejak tahun 2014.

Hal itu pula menurut IM yang membuat dendam lamanya semakin dalam.

Pengakuan ini muncul saat pihak yayasan tempatnya mengajar melakukan interogasi mendalam sebelum akhirnya memecat IM secara tidak hormat pada Jumat (27/3/2026).

Alibi Ekonomi dan Sumpah di Hadapan Yayasan

Perwakilan yayasan sekolah, Jarkasih, mengungkapkan bahwa IM mengakui seluruh perbuatannya dengan alasan desakan ekonomi.

Namun, di hadapan pengurus sekolah, IM bersumpah tidak pernah melancarkan aksi bejatnya kepada para siswa di lingkungan tempatnya mengajar.

"Dia bilang, 'Demi Allah demi Rasul Pak, saya tidak berani melakukan hal itu kepada siswa-siswi'. Dia mengaku hanya mengedarkan jasa tersebut di luar lingkungan sekolah," ujar Jarkasih menirukan ucapan pelaku, Senin (30/3/2026).

Meski demikian, pihak yayasan tetap mengambil langkah tegas dengan memutus kontrak kerja IM demi menjaga integritas institusi pendidikan.

Disdik Depok Bergerak: Mitigasi Bukan Sekadar Screening

Skandal ini memicu respons cepat dari Pemerintah Kota Depok.

Dinas Pendidikan (Disdik) bersama Dinas Kesehatan langsung terjun ke lokasi untuk melakukan koordinasi darurat.

Kepala Dinas Pendidikan Depok, Wahid Suryono, menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah menjamin keamanan psikologis dan fisik seluruh elemen sekolah.

Baca juga: Alasan Oknum Guru MTs di Depok Tawarkan Jasa Seksual Sesama Jenis: Terdesak Ekonomi 

"Kami melakukan pemetaan (mapping) dan pendampingan bagi siswa serta orang tua. Prioritas kami bukan sekadar pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh (screening), melainkan memastikan dunia pendidikan bersih dari kekerasan, pelecehan, dan penyimpangan yang mengganggu proses belajar," tegas Wahid.

Diketahui pula bahwa secara administratif, IM bukanlah warga Depok melainkan warga Tangerang Selatan, sehingga rekam mediknya tidak tercatat di dinas kesehatan setempat.

Kini, Disdik Depok berkomitmen memperketat pengawasan dan sosialisasi agar tragedi serupa tak lagi mencoreng wajah pendidikan di Kota Belimbing tersebut.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.