SRIPOKU.COM, PALEMBANG-
Ryansyah dan Varel Vahrezi merupakan warga Palembang yang berhasil pulang bersama 11 warga Palembang yang lainnya berbagai cerita selama di Kamboja.
Ryansyah warga 7 Ulu Palembang menceritakan, bahwa awalnya ia ditawarin Agus temanya untuk kerja di Vietnam sebagai pegawai restoran dengan gaji yang menggiurkan.
"Karena anak-anak masih kecil dan ditawarin gaji besar tentu saya tergiur, dengan harapan bisa merubah nasib," kata Ryansyah saat diwawancarai di Kantor Gubernur Sumsel, Senin (30/3/2026).
Namun bukannya berubah nasib yang didapatkan malah penyiksaan. Sebab jika bekerja tidak sesuai target ia akan dicambuk hingga setrum.
"Kalau dicambuk di pantat sudah sering sampai biru-biru. Pernah juga distrum di badan. Kita kerjanya tim saya sebagai yang chatting love dan nanti ada yang bagian lainnya untuk yang bisa menghasilkan uang," katanya.
Menurut Ryansyah ia kerja hampir tujuh bulan dan digaji hanya dua bulan, masing-masing per bulan digaji 200 dolar atau Rp 3 juta. Jadi total baru dapat Rp 6 juta dan itupun sudah saya kirimkan ke keluarga.
"Untuk saat ini saya sudah tidak pegang uang. Maka untuk bertahan hidup saat di penampungan mintak kirim dari Palembang," ungkapnya.
Hal yang sama diceritakan Varel, bahwa ia kini juga tidak pegang uang.
"Saya disana kerja baru empat hari dan belum mendapatkan gaji. Tapi karena saya meras mau dijual ke perusahaan lain kalau tidak bisa menghasilkan uang maka saya memilih melarikan diri," kata Varel.
Ia pun menceritakan, bahwa ia bersama sembilan orang temannya melarikan diri pukul 2.00 dini hari waktu Kamboja. Teman-teman ada juga yang dari Batam dan Bengkulu.