Dokumen Harga BBM 1 April 2026 Beredar, Pertamax Tembus Rp17 Ribu per Liter, Ini Kata Pertamina
Rusaidah March 31, 2026 01:35 PM

 

POSBELITUNG.CO – Harga bahan bakar minyak (BBM) 1 April 2026 menjadi sorotan tajam setelah kabar kenaikan mendadak ramai di berbagai platform sosial media.

Isu kenaikan harga BBM ini ditandai dengan sebuah dokumen yang beredar luas.

Dalam dokumen tersebut disebutkan harga Pertamax akan melonjak tajam.

Disebut harga Pertamax menyentuh Rp17.850 per liter.

Isu ini cepat memicu keresahan. 

Banyak warganet mempertanyakan kebenaran dokumen tersebut, apalagi angka yang tercantum terpaut cukup jauh dari harga saat ini.

Di tengah riuh tersebut, Pertamina akhirnya angkat bicara. 

Perusahaan pelat merah itu memastikan dokumen yang beredar tidak bisa dijadikan acuan.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menegaskan bahwa hingga kini belum ada keputusan resmi terkait perubahan harga BBM nonsubsidi.

"Hingga saat ini belum ada pengumuman resmi mengenai harga per 1 April 2026," kata Baron, sebagaimana keterangan tertulis yang diterima KompasTV, Senin (30/3/2026).

Baca juga: Daftar Lengkap 5 Bansos Cair April 2026, Cek Saldo ATM Sekarang, Bisa Klik cekbansos.kemensos.go.id

Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terpancing informasi yang sumbernya tidak jelas, terutama yang beredar tanpa konfirmasi resmi.

Menurutnya, rujukan paling aman tetap berasal dari kanal resmi Pertamina. Dengan begitu, publik tidak terjebak spekulasi yang bisa menyesatkan.

Di sisi lain, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia turut menjelaskan bahwa penentuan harga BBM nonsubsidi memang tidak lepas dari dinamika pasar energi global.

"Di Peraturan Menteri ESDM Tahun 2022 itu telah mengatur dua formulasi tentang harga BBM. Satu harga BBM industri dan satu nonindustri."

"Kalau yang industri tanpa diumumkan pun dia terus terjadi berdasarkan harga pasar," kata Bahlil usai menghadiri forum bisnis di Tokyo, dikutip dari Antara.

Isi Dokumen Dibantah Pertamina

Wacana kenaikan BBM nonsubsidi bermula dari beredarnya dokumen bertanda rahasia yang memuat perkiraan harga jual eceran BBM nonsubsidi April 2026.

Dokumen itu memperkirakan kenaikan signifikan pada seluruh jenis BBM nonsubsidi Pertamina:

  • Pertamax: naik Rp5.550 per liter dari Rp12.300 menjadi Rp17.850
  • Pertamax Green 95: naik Rp6.250 per liter dari Rp12.900 menjadi Rp19.150
  • Pertamax Turbo: naik Rp6.350 per liter dari Rp13.100 menjadi Rp19.450
  • Pertamina Dex: naik Rp9.450 per liter dari Rp14.500 menjadi Rp23.950
  • Dexlite: naik Rp9.450 per liter dari Rp14.200 menjadi Rp23.650

Dokumen itu menyebut kenaikan terjadi seiring lonjakan harga minyak dunia akibat situasi perang yang menyebabkan gangguan pasokan di Selat Hormuz.

Bahlil menjelaskan BBM nonsubsidi seperti RON 95 dan RON 98 digunakan kelompok masyarakat mampu dan sektor usaha, sehingga perubahan harganya tidak menjadi beban negara.

Baca juga: Gerak Cepat Bupati Bangka Fery Insani Bolak-balik Naik Perahu TNI AL Antar 4 Pemudik Ditinggal Kapal

"Bensin RON 95, 98, itu kan orang-orang yang mampu. Tugas negara menyiapkan yang membayar, tidak ada tanggungan negara sama sekali," ujarnya.

Soal BBM subsidi, Bahlil memastikan keputusannya berada langsung di tangan Presiden Prabowo Subianto dengan mempertimbangkan kondisi sosial dan daya beli masyarakat.

"Saya katakan bahwa subsidi tunggu tanggal mainnya. Insyaallah saya yakinkan Bapak Presiden dalam membuat kebijakan selalu mempertimbangkan dan memprioritaskan tentang kondisi masyarakat," ujarnya.

(Tribunnews.com/TribunNewsmaker.com/SerambiNews.comKompas.com/Bangkapos.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.