Beredar Info Grafis Rencana Kenaikan Harga BBM Non Subsidi, Ini Kata Pertamina Patra Niaga
Putu Dewi Adi Damayanthi March 31, 2026 02:03 PM

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Beredar informasi grafis berupa tabel rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi yang akan mulai berlaku mulai 1 April 2026 esok.

Di mana dalam tabel info grafis tersebut tertulis harga BBM Pertamax dari Rp 12.300 akan menjadi Rp 17.850 terdapat kenaikan sebesar Rp 5.550.

Sedangkan Pertamax Green 95 dari Rp 12.900 menjadi Rp 19.150 terdapat kenaikan Rp 6.250.

Lalu Pertamax Turbo dari Rp 13.100 menjadi Rp 19.450 terdapat kenaikan Rp 6.350.

Baca juga: Ketua Komisi II DPRD Bali Imbau Masyarakat Jangan Panic Buying BBM, Ajus: Indonesia Masih Stabil

Pertamina Dex Rp 14.500 menjadi Rp 23.950 terdapat kenaikan Rp 9.450, dan Dexlite dari Rp 14.200 menjadi Rp 23.650 terdapat kenaikan Rp 9.450.

Keterangan paling bawah dalam info grafis tersebut ditulis:

- Skema harga Gasoline dan Gasoil naik sejalan dengan tren HIP dalam upaya mendukung arahan Pemerintah untuk hemat energi akibat situasi perang US-Israel vs Iran yang menyebabkan harga minyak dunia naik ekstrim dan terjadi gangguan 20 persen pasokan minyak dunia di Selat Hormuz, sekaligus mempertimbangkan perlunya gap harga yang cukup lebar dari pesaing guna mitigasi gejolak social segmen JBU di saat terjadi kenaikan harga BBM JBU yang signifikan.

Harga Dex tetap dijaga disparitasnya dengan harga Dexlite sebesar Rp300/Lt, namun dengan kenaikan yang sangot tinggi perlu diperhatikon terhadap possibility shifting konsumen ke JBT.

- Harga Dexlite dengan margin moderate tidak menjadikan kerugian akibat penerapan FAME NPSO. Hal ini disebabkan oleh nilai HIP Solar yang jauh lebih tinggi daripada HIP FAME sehingga menjadikan beban atas FAME Non-Subsidi menjadi berkurang.

Publik bahkan awak media pun akan percaya dengan informasi tersebut, karena dalam info grafis itu juga terdapat logo Danantara di sisi atas kiri dan logo Pertamina Patra Niaga di sisi kanan atas.

Selain itu juga tertulis keterangan yang detail yakni:

Memperhatikan tren data periode 25 Februari, 25-24 Maret 2026 dibandingkan dengan 25 Januari - 24 Februari 2026, bersama ini disampaikan sebagai berikut:

- Kurs Tengah melemah 0,34 persen (Rp 58/USD) dari Rp16.819/USD menjadi Rp16.877/USD

- HIP Gasoline RON 92 naik 62,44 persen (46,15 USD/bbl) dari 73,91 USD/bbl menjadi 120,06USD/bbl, atau naik 62,99 persen (4.925 Rp/liter) dari 7.818 Rp/Lt menjadi 12.744 Rp/Lt

- HIP Gasoil 2500ppm naik 90,65 persen (79,08 USD/bbl) dari 87,23 USD/bbl menjadi 166,31 USD/bbl, atau naik 91,30 persen (8.425 Rp/liter) dari 9.228 Rp/Lt menjadi 17.653 Rp/Lt.

Sehubungan dengan terdapat kenaikan tersebut mengakibatkan harga BBM non subsidi harus dilakukan penyesuaian mulai April 2026.

Bahkan di tengah-tengah info grafis tersebut terdapat semacam stempel bertuliskan CONFIDENTAL yang opasitas tulisannya rendah dibanding lainnya.

Dikonfirmasi mengenai beredarnya info grafis tersebut, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi mengatakan, bahwa informasi tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

"Informasi proyeksi kenaikan harga BBM yang beredar tidak dapat dipertanggungjawabkan, hingga saat ini belum ada pengumuman resmi mengenai harga per 1 April 2026," ujar Ahad, Selasa 31 Maret 2026.

Ia menambahkan, untuk mendapatkan informasi valid harga BBM Pertamina hanya melalui saluran resmi www.pertamina.com

Pertamina mendukung imbauan pemerintah untuk menggunakan energi secara bijak.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.