Siswa Diduga Keracunan MBG, Bupati Bangka Minta Evaluasi dan Perbaikan
Asmadi Pandapotan Siregar March 31, 2026 03:23 PM

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Bupati Bangka, Fery Insani, angkat bicara terkait insiden sejumlah siswa yang mengalami pusing dan mual diduga setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menegaskan agar kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi bagi seluruh pihak terkait.

“Ya dievaluasi lah, diperbaiki lah. Kan orang juga tidak sempurna,” ujar Fery saat diwawancarai Bangkapos.com, Selasa (31/3/2026).

Menurutnya, kejadian tersebut seharusnya menjadi pembelajaran dan diharapkan kedepannya hal ini tidak terjadi lagi.

Disinggung soal ketelitian pengelola SPPG dalam hal menyiapkan menu MBG, Fery menyebut bahwa banyaknya makanan yang dimasak setiap hari memungkinkan terjadinya kesalahan.

“SPPG itukan ibaratnya masak banyak tiap hari, mungkin ada salah. Setiap hari itu masak banyak sampai 3000-an (porsi-red), mungki ada salah,” ujarnya.

Oleh karena itu dirinya berharap supaya hal senacam ini tidak terjadi lagi kedepannya termasuk jadi pembelajaran juga untuk SPPG yang lain.

“Semuanya begitu (jadikan pembelajaran-red). Mungkin orang ada khilaf lah, manusia kan tidak sempurna,” imbuhnya.

Peristiwa itu terjadi pada 10 Maret 2026 lalu ketika masih dalam suasana bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka, Nora Sukma Dewi menyebut bahwa saat itu menu MBG yang diterima siswa berupa roti burger.

“Menunya itu roti burger, selada, dan daging burger itu,” kata Nora kepada Bangkapos.com, Senin (30/3/2026).

Pada saat itu, pihaknya di Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka mendapatkan informasi bahwa ada siswa yang dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Depati Bahrin, Sungailiat, Bangka.

“Ada empat siswa, empat-empatnya itu mengalami gejala pusing dan mual-mual. Tapi dari empat itu yang ke rumah sakit 3 orang. Dari tiga itu, 2 langsung pulang, dan 1 rawat inap, tapi yang dirawat sudah sembuh,” jelasnya.

Kendati demikian, dirinya menyebut bahwa para siswa tersebut sudah dalam kondisi baik atau sembuh karena memang kejadiannya sudah tergolong lama.

“Untuk diagnosa sakitnya kami tidak tau pasti, itu juga kejadiannya sudah dari 10 maret lalu,” jelasnya.

Lebih lanjut, pihaknya pun tidak bisa memastikan apakah siswa yang mengalami pusing dan mual-mual tersebut karena keracunan MBG atau tidak.

Pihaknya pun masih menelusuri apakah memang para siswa yang mengalami gejala pusing dan mual-mual tersebut memiliki penyakit penyerta lainnya.

“Setelah ada laporan itu, kami langsung melakukan penelusuran, dan langsung mengirimkan sampel uji lab ke BPOM. Tapi sampai saat ini memang belum keluar hasil uji lab nya,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Nora menyebut bahwa sebelum operasional, masing-masing SPPG memang harus dilengkapi dengan (Sertifikat Laik Higiene Sanitasi).

“Selain itu kami juga dari Dinas Kesehatan sudah melakukan kegiatan sosialisasi penjamah makanan kepada pengelola SPPG,” jelasnya.

Kata dia, Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka terus melakukan pembinaan dan mereview SPPG yang beroperasi dengan merefreshing ilmu-ilmu dasar dalam pengelolaan MBG.

“Kita refreshing kembali ilmu-ilmu dasar soal menghandel makanan sebelum disajikan untuk dikonsumsi,” imbuhnya.
Sementara itu, pihak pengelola dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Parit Padang, Sungailiat, Bangka angkat bicara soal adanya siswa yang dilarikan ke rumah sakit.

Seperti yang diungkapkan langsung oleh Wahyuni, PIC Yayasan Dapur MBG Imam Bonjol kepada Bangkapos.com melalui pesan WhatsApp, Senin (30/3/2026).

Dia menjelaskan, terhitung mulai tanggal 11 Maret 2026, SPPG Parit Padang yang berada di Jalan Imam Bonjol berhenti operasional sementara berdasarkan surat dari Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan Badan Gizi Nasional. 

Keputusan ini diambil guna melaksanakan evaluasi menyeluruh terkait standar kualitas menu Makan Bergizi Gratis (MBG), demi memastikan pelayanan terbaik bagi seluruh penerima manfaat.

“Saat ini, kami sedang menunggu hasil uji sampel laboratorium dari Dinas Kesehatan dan BPOM yang akan menjadi acuan utama dalam menentukan langkah operasional selanjutnya,” jelasnya.

Kemudian, mengenai lima siswa yang sempat mengalami keluhan pusing dan mual, pihaknya menginformasikan bahwa seluruhnya telah mendapatkan penanganan medis yang tepat.

“Saat ini siswa dalam kondisi baik tanpa adanya gangguan kesehatan yang signifikan,” ungkapnya.

Pihalnya pun mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kepercayaan yang terus diberikan.

“Mohon doa dan pengertiannya selama proses evaluasi ini berlangsung,” sambungnya. (Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.