KMP Kayumalue Ngapa Paparkan LPJ 2025–2026, Ketua KMP: Sudah Bagikan SHU ke Anggota
Regina Goldie March 31, 2026 03:29 PM

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Supriyanto Ucok

TRIBUNPALU.COM, PALU - Pengurus Koperasi Merah Putih (KMP) Kelurahan Kayumalue Ngapa telah mengadakan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) tahun buku 2025–2026 yang dilaksanakan di Aula kantor Kelurahan Kayumalue Ngapa, Kecamatan Palu Utara, Kota Palu pada Minggu (29/3/2026).

Dalam kegiatan tersebut, pengurus Koperasi memaparkan capaian administrasi yang telah diselesaikan secara lengkap.

Mulai dari akta notaris, Nomor Induk Berusaha (NIB), Nomor Induk Koperasi (NIK), hingga Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) Koperasi telah resmi dikantongi.

Di sektor usaha, Koperasi Merah Putih Kayumalue Ngapa mengembangkan beberapa unit usaha atau gerai.

Di antaranya gerai sembako murah, penjualan gas elpiji, sektor pertanian, layanan pengisian pulsa dan token listrik, hingga pengadaan kulkas untuk penjualan es krim.

Tak hanya itu, Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Koperasi juga telah disusun dan ditetapkan sebagai pedoman dalam menjalankan organisasi.

Baca juga: Hotel Morowali Beach Tawarkan Fasilitas Lengkap dan Spot Nongkrong dengan View Laut

Ketua Koperasi Merah Putih Kayumalue Ngapa, Wahyu mengatakan bahwa hal tersebut menjadi dasar kuat bagi pengurus dalam mengelola Koperasi secara profesional dan transparan.

Dari sejumlah unit usaha, gerai sembako murah menjadi salah satu yang sudah berjalan aktif.

Produk yang dijual meliputi beras, minyak goreng, gula pasir, telur, serta es krim yang turut diminati masyarakat.

Wahyu menyubut modal usaha yang telah digulirkan pun cukup signifikan.

Untuk gerai sembako murah, Koperasi mengalokasikan dana sebesar Rp25 juta, sementara usaha pengisian pulsa dan token listrik mencapai Rp.15 juta.

Selain itu, Koperasi juga menginvestasikan Rp35 juta untuk pengadaan tujuh unit kulkas es krim. Sementara modal tambahan untuk pengisian stok es krim mencapai Rp15 juta.

"Secara keseluruhan, Koperasi mencatat omzet usaha sebesar Rp.90 juta. Dari jumlah tersebut, total modal yang digunakan sebesar Rp55 juta dan menghasilkan laba sebesar Rp10 juta," katanya pada Selasa (31/3/2026).

Baca juga: Polresta Palu Selidiki Kasus Penyiraman Air Keras ke Kendaraan

Namun demikian, terdapat pengeluaran operasional berupa biaya transportasi dan administrasi sebesar Rp.7 juta.

Setelah dikurangi berbagai pengeluaran, saldo akhir Koperasi tercatat sebesar Rp3 juta.

Menariknya, Koperasi Merah Putih Kayumalue Ngapa menjadi satu-satunya Koperasi di wilayah tersebut yang telah melakukan pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU) kepada anggotanya.

"Total SHU yang dibagikan mencapai Rp15 juta kepada 60 anggota Koperasi. Masing-masing anggota menerima bagian sebesar Rp250 ribu sebagai bentuk hasil usaha bersama yang telah dijalankan selama satu tahun," ucapnya.

Sejauh ini, Wahyu mengatakab bahwa Koperasi yang ia pimpin itu belum menerima dana dari pemerintah.

Dengan kreativitas dan kekompakan anggota, pihaknya mengupayakan untuk membangun relasi.

Saat ini, terdapat 4 perusahaan BUMN di Sulawesi Tengah, diantaranya Bulog Sulteng, PT Surya Setia Sejahtera, CV Panggona dan Id food. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.