SRIPOKU.COM, LUBUKLINGGAU – Wali Kota Lubuklinggau, Rachmat Hidayat, meminta PT Kereta Api Indonesia (KAI) segera memasang palang pintu di perlintasan kereta api menyusul insiden seorang remaja yang meninggal dunia tertabrak kereta relasi Palembang–Lubuklinggau.
Sebagai langkah awal, Pemerintah Kota Lubuklinggau akan mengirimkan surat resmi kepada PT KAI untuk mengusulkan pemasangan palang pintu di sejumlah titik perlintasan yang berada di kawasan permukiman warga.
“Kami akan bersurat ke PT KAI agar memasang palang di setiap perlintasan warga,” ujar Wali Kota, Selasa (31/3/2026).
Ia mengungkapkan, keluhan terkait minimnya pengamanan perlintasan sebenarnya sudah lama disampaikan masyarakat.
Oleh karena itu, pemerintah kota akan segera melakukan pendataan lokasi perlintasan yang membutuhkan penanganan.
Pendataan tersebut mencakup wilayah dari Kelurahan Pasar Pemiri hingga Air Kati yang dilintasi jalur kereta api.
Selain itu, pemerintah juga menerima aspirasi dari masyarakat agar akses perlintasan dapat dilalui kendaraan, khususnya mobil pemadam kebakaran, sebagai langkah antisipasi saat terjadi keadaan darurat.
Meski demikian, Wali Kota menegaskan bahwa pihaknya tetap akan mengikuti standar operasional prosedur (SOP) yang ditetapkan oleh PT KAI terkait pengamanan perlintasan.
Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati saat melintas di jalur kereta api dan lebih memilih menunggu ketika kereta akan melintas demi keselamatan.