TRIBUNSUMSEL.COM, MARTAPURA -- Isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang beredar di tengah masyarakat belum berdampak signifikan terhadap kondisi distribusi di SPBU Kotabaru, Jalan Lintas Tengah Sumatera, Desa Kotabaru, Kecamatan Martapura, Kabupaten OKU Timur, Sumsel.
Hingga saat ini, stok BBM dilaporkan aman dengan pasokan yang justru ditambah selama periode arus mudik dan balik.
Pantauan jurnalis Tribunsumsel.com di lokasi menunjukkan antrean kendaraan pada masing-masing jenis BBM cenderung berbeda.
Di nozel Pertalite (subsidi), antrean terlihat normal seperti hari biasa.
Sementara itu, nozel Pertamax (BBM nonsubsidi) tampak relatif sepi. Berbeda dengan solar subsidi yang justru dipadati antrean kendaraan roda empat.
Salah satu pegawai SPBU Kotabaru memastikan bahwa ketersediaan BBM dalam kondisi lancar.
Bahkan, pihaknya menerima tambahan kuota untuk mengantisipasi meningkatnya kebutuhan selama arus mudik.
“Stok aman, tidak ada kendala distribusi. Selama arus mudik dan balik ini memang ada penambahan kuota dibanding hari biasa,” ujarnya, Selasa (31/3/2026).
Baca juga: Diisukan Naik 1 April 2026, Berikut Daftar Harga BBM Pertamina Hari Ini Selasa 31 Maret 2026
Ia menjelaskan, pasokan Pertalite yang masuk mencapai 24 ton pada hari sebelumnya dan 16 ton pada hari ini.
Sementara untuk solar, distribusi tetap stabil di angka 8 ton per hari.
Meski isu kenaikan harga BBM ramai diperbincangkan, hingga kini belum ada perubahan harga di lapangan.
Pertalite masih dijual Rp10.000 per liter, sedangkan solar Rp6.800 per liter, baik untuk BBM subsidi maupun nonsubsidi lainnya.
Di sisi lain, kekhawatiran mulai dirasakan masyarakat. Supardi, salah seorang pengendara roda dua, mengaku resah dengan kabar kenaikan harga BBM yang beredar.
“Saya dengar isu harga BBM mau naik. Kalau benar terjadi, pasti berpengaruh ke harga kebutuhan pokok. Ujung-ujungnya masyarakat kecil yang paling terasa dampaknya,” katanya.
Hal senada disampaikan Khalid, pengendara roda dua yang ditemui di lokasi.
Ia juga mengaku sudah mendengar isu kenaikan harga BBM dari berbagai sumber, baik media sosial maupun percakapan di lingkungan sekitar.
Ia mengatakan, meski hingga kini harga masih stabil, kekhawatiran tetap dirasakan karena pengalaman sebelumnya menunjukkan kenaikan BBM selalu diikuti lonjakan harga kebutuhan pokok.
“Saya sudah beberapa hari ini dengar kabar BBM mau naik. Biasanya kalau isu seperti ini muncul, tidak lama kemudian benar-benar naik. Yang kami khawatirkan bukan cuma BBM, tapi efeknya ke harga sembako,” ujarnya.
Ia menambahkan, sebagai masyarakat dengan penghasilan harian, perubahan kecil pada harga BBM sangat terasa dalam pengeluaran.
Menurutnya, biaya transportasi yang meningkat akan memaksa dirinya mengurangi kebutuhan lain.
“Kalau BBM naik, otomatis ongkos ke mana-mana juga naik. Mau tidak mau kami harus mengurangi pengeluaran lain karena penghasilan tidak ikut naik. Itu yang berat bagi kami,” katanya.
Ia berharap pemerintah dapat menjaga stabilitas harga BBM, terutama di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang belum sepenuhnya pulih.
Ia juga mengimbau agar informasi yang beredar dapat diperjelas agar tidak menimbulkan kepanikan.
“Kami berharap harga tetap stabil. Kalau memang ada kebijakan naik, setidaknya disampaikan dengan jelas supaya masyarakat tidak resah dan tidak terjadi pembelian berlebihan,” tutupnya.
Hal serupa disampaikan oleh Candra, seorang tukang ojek pangkalan di kawasan pasar Martapura. Ia menilai kenaikan harga BBM akan langsung berdampak pada penghasilan harian.
“Kalau BBM naik, otomatis biaya operasional kami juga naik. Sementara tarif ojek tidak bisa langsung dinaikkan karena penumpang juga terbatas. Jadi kami yang harus menanggung selisihnya,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kondisi ekonomi masyarakat saat ini masih belum sepenuhnya stabil.
Jika harga BBM naik, daya beli masyarakat berpotensi menurun yang secara langsung memengaruhi jumlah penumpang.
“Sekarang saja sudah terasa sepi. Kalau BBM naik, orang pasti lebih hemat, jarang naik ojek. Kami khawatir penghasilan makin turun,” tambahnya.
Dengan kondisi stok yang aman dan harga yang masih stabil, masyarakat diimbau tidak melakukan pembelian berlebihan.
Namun demikian, kekhawatiran akan potensi kenaikan harga BBM tetap menjadi perhatian, terutama bagi pelaku ekonomi kecil yang sangat bergantung pada kestabilan harga energi.
Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp Tribunsumsel