SURYA.CO.ID, SURABAYA - Dinas Pendidikan (Dindik) Surabaya di Jawa Timur (Jatim) akan menggelar Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SD dan SMP tahun 2026 mulai April. Ujian ini dilakukan berbasis komputer dengan sistem bertahap.
Kepala Dindik Surabaya, Febrina Kusumawati, mengatakan TKA merupakan mandat dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk mengukur capaian akademik siswa.
“TKA ini bukan penentu kelulusan, melainkan alat ukur kemampuan akademik siswa secara lebih komprehensif,” ujar Febrina, Selasa (31/3/2026).
Meski tidak bersifat wajib, siswa tetap didorong untuk mengikuti TKA. Hasilnya dapat digunakan sebagai bahan evaluasi diri dan pertimbangan melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.
Selain itu, TKA juga dirancang lebih fleksibel dengan beberapa moda pelaksanaan, mulai dari full online hingga semi online.
“Untuk mendukung inklusivitas, siswa dengan disabilitas netra difasilitasi menggunakan screen reader,” terang Febrina.
Materi TKA mencakup Matematika dan Bahasa Indonesia. Namun, soal tidak sekadar menguji hafalan, melainkan menekankan kemampuan berpikir kritis.
“Yang diukur adalah kemampuan analitik dan logika siswa dalam memahami persoalan, bukan sekadar menjawab soal,” lanjutnya.
TKA di Surabaya diikuti puluhan ribu siswa dari jenjang SD dan SMP.
Pelaksanaan dilakukan dalam beberapa sesi menyesuaikan jumlah perangkat di sekolah.
“Dengan sistem gelombang dan soal berbeda di tiap sesi, kami pastikan pelaksanaan tetap adil bagi seluruh peserta,” ujar Febrina.
Setiap sesi mencakup latihan, ujian utama, hingga survei karakter.
Pemkot Surabaya memastikan kesiapan infrastruktur, mulai dari komputer, jaringan internet, hingga listrik.
Pengawasan dilakukan melalui sistem silang antar sekolah dan pemantauan terpusat guna menjaga integritas ujian.
“Dengan pendekatan berbasis analitik dan logika, hasil TKA diharapkan mampu memberikan potret lebih akurat terhadap kualitas pendidikan sekaligus menjadi dasar penyusunan kebijakan yang lebih tepat sasaran,” pungkas Febrina.