TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Ketua Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Manokwari, Jonison Derebi, angkat bicara terkait beredarnya pesan WhatsApp yang mengatasnamakan GMKI untuk meminta uang kepada sejumlah pihak.
Pesan itu disebut dikirim kepada Senator DPD RI asal Papua Barat, Filep Wamafma, dan Ketua KPU Pegunungan Arfak (Pegaf), Wihelmus Midian Heipon.
Alasan permintaan uang dalam pesan WA itu adalah pengumpulan dana untuk kegiatan buka puasa bersama.
Ketua GMKI Manokwari, Jonison Derebi, membantah pesan minta uang tersebut berasal dari GMKI Cabang Manokwari.
“Itu dilakukan oleh oknum yang mengatasnamakan GMKI,” katanya saat memberikan klarifikasi di Sanggeng, Kabupaten Manokwari, Selasa (31/3/2026).
Dalam pesan tersebut, ucapnya, pelaku meminta sejumlah uang kepada Filep Wamafma untuk kegiatan buka puasa bersama di Manokwari Selatan.
Menurutnya, pesan minta uang itu juga dikirimkan ke Ketua KPU Pegaf, Wihelmus Midian Heipon. Alasannya sama.
Jonison menekankan bahwa nomor yang digunakan dalam pesan tersebut tidak jelas dan tidak memiliki kaitan dengan GMKI Manokwari.
Baca juga: GMKI Manokwari Kecam Pembakaran Mahkota Cenderawasih
“Kami pastikan itu bukan nomor resmi GMKI Manokwari. Itu jelas bukan dari kami,” ujarnya.
Ia juga mengutuk keras tindakan oknum yang mencatut nama GMKI demi kepentingan pribadi.
“Kami mengutuk keras oknum yang mengatasnamakan GMKI untuk meminta uang kepada pihak lain. Ini sangat merugikan dan mencoreng nama baik organisasi,” kata Jonison Derebi.
Selama ini, ucapnya, GMKI Cabang Manokwari menjalankan kegiatan organisasi secara mandiri dan sederhana, tanpa mengandalkan permintaan dana secara tidak resmi.
“Kami selama ini menghidupkan organisasi dengan kemampuan sendiri. Tidak perlu yang mewah, dengan gorengan dan kopi saja kami sudah bisa menjalankan agenda organisasi,” katanya.
Ia juga menjelaskan bahwa dalam organisasi GMKI terdapat mekanisme resmi jika ingin mengajukan permohonan bantuan kepada pihak lain.
Baca juga: Jadwal Audiensi Tak Terwujud, GMKI Desak Bupati Evaluasi Pelayanan Setda Manokwari
Proses tersebut dilakukan secara terbuka dan sesuai aturan organisasi, bukan melalui pesan pribadi yang tidak jelas.
“Dalam organisasi kami ada mekanisme yang jelas jika ingin meminta bantuan. Tidak mungkin kami lakukan dengan cara seperti itu,” ujar Jonison Derebi.
Ia mengimbau masyarakat Papua Barat, khususnya di Manokwari, untuk lebih waspada terhadap pihak-pihak yang mengatasnamakan organisasi tertentu untuk meminta uang.
“Kami berharap masyarakat bisa lebih berhati-hati. Jika ada yang mengatasnamakan GMKI untuk meminta uang dengan cara seperti itu, dipastikan itu bukan kami,” katanya.
Ia berharap oknum-oknum tersebut dapat menyadari perbuatan mereka dan tidak lagi melakukan tindakan serupa yang merugikan banyak pihak.
“Kami berharap oknum-oknum ini bisa sadar, karena tindakan mereka mencederai nama baik organisasi dan kepercayaan publik,” kata Jonison Derebi.