TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pemerintah Provinsi Jabar meminta pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) tidak membawa kendaraan pribadi ke sekolah, sebagai bagian dari upaya penghematan energi.
Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Provinsi Jabar, Purwanto, mengatakan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi sudah mengeluarkan surat edaran (SE) mengenai larangan kendaraan pribadi ke sekolah.
"Sesuai edaran Pak Gubernur, kami mengarahkan anak-anak (pelajar) untuk tidak menggunakan kendaraan pribadi ke sekolah. Kami dorong mereka memanfaatkan fasilitas transportasi umum," ujar Purwanto, Selasa (31/3/2026).
Selain itu, kata dia, satuan pendidikan di masing-masing sekolah harus bijak dalam penggunaan perangkat elektronik harian seperti lampu dan pendingin ruangan atau AC.
"Sekolah harus menggunakan energi secukupnya. Kami membiasakan di kantor, AC tidak perlu menyala terus-menerus. Ini memerlukan kesadaran bersama," katanya.
Baca juga: Heboh Kabar Pertamax Naik Rp 5.000 Mulai Tengah Malam Nanti, Begini Suasana Terkini SPBU di Bandung
Menurutnya, komitmen penghematan energi ini tidak akan maksimal, jika hanya berlaku di lingkungan Aparatur Sipil Negara (ASN) saja.
Purwanto pun mengajak seluruh elemen sekolah, mulai dari guru, siswa, hingga orang tua, untuk membangun disiplin efisiensi energi.
"Jika semua merasa efisiensi energi ini penting, maka harus menjadi komitmen bersama. Masyarakat, ASN, dan semua pihak harus terlibat, tidak cukup hanya ASN saja," katanya.