BANGKAPOS.COM - Soal dan Kunci jawaban ini hanya digunakan oleh orang tua untuk memandu proses belajar anak.
Sebelum melihat kunci jawaban, sebaiknya siswa sudah mengerjakan sendiri soal-soal tersebut.
Pada materi Bahasa Indonesia kelas 9 halaman 131, siswa diminta untuk memahami mengenai kearifan lokal.
Buku Bahasa Indonesia siswa kelas 9 SMP halaman 131 membahas tentang kearifan lokal.
Buku pelajaran Bahasa Indonesia Kelas 9 Kurikulum Merdeka merupakan karangan Eva Y. Nukman dkk. terbitan Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tahun 2022.
Baca juga: Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 9 Halaman 117 Kegiatan 6 Kurikulum Merdeka
Berikut Tribunnews sajikan kunci jawaban buku Bahasa Indonesia kelas 9 halaman 131 Kegiatan 3: Menulis.
Kegiatan 3: Berburu Kearifan Lokal
Menulis
Carilah kisah atau kearifan lokal dari zaman lampau yang ada di daerah kalian. Kalian dapat meminta orang tua atau kakek-nenek kalian menceritakan kisah-kisah yang mereka dengar pada masa kecil mereka.
Perhatikan apakah kisah atau kearifan lokal tersebut membawa manfaat bagi kehidupan.
Berikut ini contoh format laporan yang dapat kalian gunakan.
Laporan Berburu Kearifan Lokal
Nama kearifan lokal: Dilarang ke air terjun setiap Jumat
Asal: Sukabumi Jawa Barat
Isi kearifan lokal: Di sebuah lokasi wisata air terjun di Sukabumi Jawa Barat ada tradisi yang melarang penduduk atau wisatawan berkunjung pada hari Jumat. Alasannya, hari Jumat adalah hari berkunjung sang harimau, penguasa air terjun.
Pesan kebaikan: Tidak ada pengunjung seminggu sekali adalah saatnya alam beristirahat. Manusia diminta menghormati tradisi sekaligus menjaga kelestarian alam.
Hal menarik yang ditemukan: Tradisi ini sangat baik untuk membuat manusia tetap menjaga alam dan tidak melakukan eksploitasi tanpa henti.
Kunci Jawaban:
Laporan Berburu Kearifan Lokal
Nama kearifan lokal:
Larangan keluar rumah saat malam tertentu (malam 1 Suro)
Asal:
Jawa Tengah
Isi kearifan lokal:
Masyarakat Jawa percaya bahwa pada malam 1 Suro (tahun baru dalam penanggalan Jawa), sebaiknya tidak bepergian keluar rumah tanpa tujuan penting. Malam tersebut dianggap sakral dan digunakan untuk berdoa, introspeksi diri, serta menjaga
ketenangan.
Pesan kebaikan:
Kearifan ini mengajarkan manusia untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhan, menghindari hal-hal yang berbahaya di malam hari, serta menjaga ketertiban dan ketenangan lingkungan.
Hal menarik yang ditemukan:
Tradisi ini membuat masyarakat lebih berhati-hati dan menghargai waktu untuk refleksi diri. Selain itu, secara tidak langsung juga mengurangi aktivitas di luar rumah yang berpotensi menimbulkan risiko.
Disclaimer:
Kunci jawaban di atas hanya digunakan oleh orang tua untuk memandu proses belajar anak.
Sebelum melihat kunci jawaban, sebaiknya siswa sudah mengerjakan sendiri soal-soal tersebut.
(Tribunnews.com/Oktavia WW)