Jakarta (ANTARA) - Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Jakarta Barat akhirnya mengangkut tumpukan sampah di sekitar area Pasar Kopro, Tanjung Duren Selatan, Grogol Petamburan, Selasa, usai dikeluhkan warga.
"Sudah, tadi sudah kita terjunkan petugas dengan satu unit alat berat pengeruk dan tiga truk kapasitas besar," kata Kasudin LH Jakbar, Achmad Hariadi saat dihubungi di Jakarta, Selasa.
Hariadi pun memastikan bahwa masalah tumpukan sampah di sekitar area pasar itu sudah terselesaikan pada Selasa sore.
"Jadi, sampah itu bukan di area pasar tapi di luar pasar. Kalau di dalam pasar steril," katanya.
Mengenai keluhan warga serta pedagang yang menyoroti lamanya sampah di lokasi itu menumpuk, Hariadi menerangkan bahwa pengangkutan sampah untuk sementara belum dapat dilakukan secara simultan.
Hal itu imbas pembatasan kuota pembuangan sampah ke Bantar Gebang akibat longsor yang terjadi di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) terbesar di Asia Tenggara itu pada 8 Maret 2026.
"Jadi, memang tak bisa secara simultan diangkut semua. Memang beberapa titik sumber sampah (prioritas) yang diangkut ke sana (Bantar Gebang), karena masih dalam pembatasan kuota," katanya.
Pihaknya pun mengutamakan pengentasan tumpukan sampah di jalan-jalan protokol.
Sementara sekitar area Pasar Kopro, kata Hariadi, masuk dalam area yang ditangani oleh truk sampah "arm roll" (truk dengan bak berhidrolik) kapasitas kecil.
"Jadi, memang bukan tak diangkut, hanya memang ada jadwalnya," katanya.
Sementara itu, Kepala Satuan Pelaksana (Kasatpel) Lingkungan Hidup Kecamatan Grogol Petamburan, Udin Mahmudin, membenarkan bahwa penumpukan terjadi akibat imbas pembatasan di TPST Bantar Gebang.
"Masalah sampah di RW 5 Kelurahan Tanjung Duren Selatan, ini sampah numpuk pasca-Lebaran. Akhirnya hari ini kita menerjunkan armada tiga, satu shovel (alat berat) untuk pengangkutan hari ini. Insya Allah hari ini steril," kata Udin.
Ia menerangkan, wilayah Grogol Petamburan biasanya memiliki kuota 38 armada per hari untuk membuang sampah ke Bantar Gebang.
Namun, imbas insiden longsor di lokasi pembuangan tersebut, kuota sempat dibatasi cukup drastis hingga hanya 12 armada per harinya.
Hal itu pun menyebabkan penumpukan sampah di lokasi pembuangan sementara, termasuk di samping Pasar Kopro.
Segera pulih
Udin menegaskan kondisi di Bantar Gebang sudah mulai membaik dan aktivitas pengiriman sampah ke TPST pun mulai berangsur pulih seperti semula.
"Tapi hari ini sudah mulai naik, kuotanya kita sudah bisa angkut 24 armada ke Bantar Gebang, jadi pelan-pelan dibereskan dan pasti akan dibersihkan kembali," imbuhnya.
Di lokasi, tumpukan sampah yang sebagian besar berupa limbah rumah tangga, kantong plastik, karung, hingga kasur bekas itu menggunung dan meluber hingga ke badan jalan.
Selain bau menyengat, area di sekitar gunungan sampah tersebut tampak kotor, becek, dan menghitam akibat genangan air serta cairan dari tumpukan sampah tersebut.
Terlihat pula beberapa gerobak yang juga penuh oleh sampah berjajar di sebelah tumpukan tersebut, menandakan bahwa tempat itu merupakan lokasi transit sampah sebelum diangkut ke truk.
Untuk mengurai tumpukan, sebuah alat berat tampak dioperasikan oleh petugas dari Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Barat.
Alat berat tersebut terus mengeruk gunungan sampah dari bawah untuk dipindahkan ke sebuah truk sampah besar.





