Lonjakan Truk Logistik Picu Kemacetan 15 Km Menuju Pelabuhan Ketapang Banyuwangi
Haorrahman March 31, 2026 07:52 PM

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Banyuwangi - Kemacetan panjang menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, terjadi dalam beberapa hari terakhir. Antrean kendaraan bahkan sempat mencapai sekitar 15 kilometer dari pintu masuk pelabuhan, Selasa (31/3/2026).

Operator penyeberangan, ASDP Indonesia Ferry, menyebut salah satu penyebab kemacetan adalah lonjakan truk logistik, setelah berakhirnya kebijakan pembatasan kendaraan sumbu tiga ke atas.

Pembatasan kendaraan logistik sebelumnya diterapkan di lintasan Pelabuhan Ketapang–Pelabuhan Gilimanuk, melalui Surat Keputusan Bersama (SKB), 13–29 Maret 2026.

Wakil Direktur Utama ASDP, Yossianis Marciano, menjelaskan setelah pembatasan dicabut, jumlah truk yang masuk ke pelabuhan meningkat, sehingga memicu antrean kendaraan.

“Pasca berakhirnya pembatasan kendaraan logistik, terjadi peningkatan signifikan truk yang masuk ke Pelabuhan Ketapang. Kondisi ini berdampak pada antrean kendaraan, namun tetap dalam kendali melalui penguatan manajemen operasional di lapangan,” katanya.

Kemacetan tidak hanya melibatkan truk logistik. Bus dan mobil pribadi juga ikut terjebak antrean, sementara kendaraan roda dua relatif masih dapat melintas lebih lancar.

Baca juga: Macet ke Pelabuhan Ketapang Kian Parah, Antrean Kendaraan Capai 15 Km

ASDP Tambah Kapal

Untuk mengurangi kepadatan, ASDP bersama regulator dan operator kapal melakukan sejumlah penyesuaian operasional. 

Langkah tersebut antara lain mengoptimalkan pola Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB), menambah trip kapal, serta mengatur ritme kendaraan melalui buffer zone.

“Kami mengoptimalkan pola TBB, menambah trip dan armada kapal, serta mengatur ritme kendaraan melalui buffer zone agar arus logistik tetap terlayani dengan baik tanpa mengganggu kelancaran perjalanan pengguna jasa lainnya,” ujar Yossianis.

Saat ini tercatat 36 kapal dioperasikan di lintasan penyeberangan tersebut. Sebanyak 10 kapal di Dermaga 4 menerapkan pola TBB untuk mempercepat proses bongkar muat.

Selain itu, enam kapal tambahan juga dikerahkan untuk memperkuat layanan, yakni Portlink VII, Liputan XII, Dharma Kencana IX, Dharma Rucitra, Karya Maritim II, dan Perkasa Prima V.

Baca juga: Puncak Arus Balik Usai, Namun Kemacetan Pelabuhan Ketapang Capai 8 Km

Pengaturan arus kendaraan juga dilakukan melalui buffer zone, yang berfungsi sebagai area penyangga sebelum kendaraan masuk ke pelabuhan.

General Manager ASDP Cabang Ketapang, Arief Eko, mengatakan skema buffer zone membantu menjaga kelancaran pergerakan kendaraan sekaligus memberi waktu istirahat bagi pengemudi.

“Di Bulusan sendiri kami berlakukan dua skema, di mana sebagian kendaraan langsung diberangkatkan melalui Dermaga Bulusan menggunakan kapal yang bersandar di sana. Sementara yang lainnya kami kirim ke Dermaga LCM,” ujarnya.

Pada Selasa pagi (31/3/2026), tercatat sekitar 380 kendaraan, mayoritas truk besar dan sedang, berada di buffer zone Bulusan dan jumlahnya masih terus bertambah.

Kepadatan juga dipengaruhi tingginya mobilitas penumpang dan kendaraan di lintasan Jawa–Bali.

Baca juga: Puncak Arus Balik Lebaran 2026: Urai Kemacetan di Pelabuhan Ketapang, Operator Utamakan 3 Kendaraan

Berdasarkan data Posko Ketapang selama 24 jam pada 30 Maret 2026 (H+8), tercatat 56.197 penumpang menyeberang dari Jawa ke Bali, meningkat 5,2 persen dibanding periode sebelumnya.

Jumlah kendaraan yang menyeberang mencapai 17.608 unit, naik 2,1 persen.

Secara kumulatif sejak 22–30 Maret 2026 (H-10 hingga H+8), tercatat 624.717 penumpang dan 171.921 kendaraan menyeberang dari Jawa ke Bali.

Data dari platform tiket digital Ferizy menunjukkan dari total 183.810 reservasi kendaraan, sebanyak 171.921 unit telah masuk ke Pelabuhan Ketapang dan terlayani.

Potensi kendaraan yang masih akan menyeberang hingga H+10 diperkirakan mencapai sekitar 11.889 unit.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.