Maskapai Wings Air memutuskan untuk menutup sementara rute penerbangan Bandung-Yogyakarta. Padahal, baru sebulan rute itu beroperasi.
Rute Bandung-Yogyakarta tersebut sebelumnya diresmikan pada 11 Februari 2026. Penerbangan tersebut menggunakan pesawat dengan tipe ATR 72-500 berkode penerbangan IW 1812.
Untuk jadwalnya, rute penerbangan tersebut berangkat pukul 11.05 WIB dan tiba pukul 12.35 WIB dari Bandara Husein Sastranegara. Sementara untuk Yogyakarta-Bandung dengan kode penerbangan IW 1811 memiliki jadwal keberangkatan pukul 13.00 WIB dan tiba pukul 14.25 WIB.
Sayangnya, layanan tersebut harus berhenti beroperasi setelah terakhir kali melayani arus balik Lebaran 2026. Minimnya minat penumpang dibandingkan jalur darat ditengarai menjadi penyebab rute penerbangan tersebut akhirnya harus ditutup di Bandara Husein.
"Izin, status tutup sementara," kata Corporate Communications Strategic PT Lion Air Danang Mandala Prihantono secara singkat saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (31/3/2026).
Penerbangan dari Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, menuju Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) itu dipastikan sudah tidak beroperasi lagi pada pekan ini.
Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Jawa Barat Daniel Guna Nugraha mengatakan, ada faktor tingginya harga tiket yang menjadi pemicu masyarakat enggan memilih penerbangan tersebut.
Padahal seharusnya, kata dia, maskapai harus memiliki riset pasar yang matang untuk bisa bersaing dengan alternatif perjalanan darat yang semakin efisien.
"Dengan harga tiket pesawat di atas Rp800 ribu, sementara perjalanan darat ke Yogyakarta bisa ditempuh 6-7 jam, masyarakat cenderung memilih opsi yang lebih ekonomis," kata Daniel.
Menurut Daniel, saat ini aksesibilitas jalur darat dari Bandung ke kota-kota di Pulau Jawa semakin mumpuni. Keberadaan jalan tol membuat perjalanan ke Semarang bisa ditempuh sekitar 4-5 jam, sementara ke Yogyakarta kini hanya berkisar 6-7 jam.
"Konektivitas setelah mendarat itu yang masih jadi PR (pekerjaan rumah) besar. Dan yang menikmati itu dua destinasi, Bandung dan Yogyakarta. Jadi harus sama-sama didorong oleh pemerintah daerah," pungkasnya.





