TRIBUNNEWS.COM - Sholawat merupakan kalimat pujian dan doa sebagai penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW.
Selain itu, sholawat berisi permohonan kepada Allah SWT agar melimpahkan rahmat, keberkahan, serta kemuliaan kepada Rasulullah SAW.
Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa yang bersholawat kepadaku satu kali, Allah akan bersholawat kepadanya sepuluh kali." (HR. Muslim)
Kementerian Agama menjelaskan bahwa ada beberapa jenis sholawat di antaranya sholawat Nabi Muhammad, sholawat Ibrahimiyah, sholawat Jibril, sholawat Nariyah, dan lainnya.
Sholawat bukan hanya sebagai bentuk penghormatan kepada Rasulullah SAW, tetapi juga sebagai sarana mendapatkan syafaat beliau pada hari kiamat.
Shallallaahu ‘Ala Muhammad Shollallaahu ‘alaihi wasallam.
Artinya: "Semoga Allah melimpahkan shalawat atas Muhammad, shalawat atas keluarga serta keselamatan atasnya."
Baca juga: Sholawat Nabi Muhammad Saw, Bacaan Mulia Berpahala Besar
Dalam laman Kementerian Agama wilayah Asahan dijelaskan kisah awal mula adanya shalawat Jibril saat Nabi Adam AS berada di dalam surga seorang diri kesepian.
Shalawat Jibril, yang menyebut dan mengajarkannya pertama kali adalah malaikat Jibril.
Setelah Allah menciptakan Hawa, teman hidup di surga untuk Nabi Adam agar tidak kesepian, Nabi Adam langsung ada ketertarikan kepada Hawa saat melihat pertama kali.
Saat Nabi Adam hendak memegang Hawa, malaikat Jibril yang mengetahui hal itu menghentikannya.
Malaikat Jibril mengatakan kepada Nabi Adam, itu belum halal, disuruh nikah dulu, pakai mahar (mas kawin).
Nabi Adam bertanya, "Maharnya apa?"
Malaikat Jibril akhirnya membisiki Nabi Adam mengajarkan shalawat tersebut sebagai mahar untuk pernikahannya.
Fadhilah Shalawat Jibril adalah agar semua hajat dikabulkan Allah SWT asalkan istiqamah dalam membacanya.
Kementerian Agama wilayah Lampung menjelaskan beberapa manfaat membaca sholawat, seperti di bawah ini.
Salah satu keutamaan utama membaca sholawat adalah memperoleh syafaat dari Nabi Muhammad SAW pada hari kiamat.
Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda:
“Orang yang paling berhak mendapatkan syafaatku pada hari kiamat adalah yang paling banyak bersholawat kepadaku.” (HR. Tirmidzi)
Hadis ini menunjukkan bahwa semakin sering seseorang bersholawat, semakin besar harapannya untuk mendapatkan pertolongan Rasulullah SAW di akhirat.
Membaca sholawat menjadi sarana untuk menumbuhkan rasa cinta kepada Nabi Muhammad SAW.
“Tidak sempurna iman salah seorang di antara kalian hingga aku lebih ia cintai daripada orang tuanya, anaknya, dan seluruh manusia.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Dengan memperbanyak sholawat, seorang Muslim akan semakin mengenal, mencintai, dan terdorong meneladani akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.
Sholawat juga memberikan ketenangan batin karena termasuk bentuk dzikir kepada Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa bersholawat kepadaku satu kali, maka Allah akan bersholawat kepadanya sepuluh kali.” (HR. Muslim)
Balasan ini menunjukkan bahwa sholawat membawa keberkahan dan rahmat dari Allah SWT, yang dapat menghadirkan rasa tenang, bahagia, serta mengurangi kegelisahan dalam hati.
(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)