TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi, membuka peluang untuk melelang seluruh kendaraan operasional milik Pemerintah Provinsi Sumbar.
Rencana ini muncul sebagai langkah transisi menuju penggunaan mobil listrik yang dinilai jauh lebih murah secara operasional dan biaya pajak.
Hal ini menyikapi terkait ancaman krisis Bahan Bakar Minyak (BBM) Indonesia dengan mulai melirik mobil listrik.
Pernyataan ini ia sampaikan saat ditemui TribunPadang.com di Warung Naras, Alai Parak Kopi, Kota Padang, Selasa (31/3/2026).
Menurut Mahyeldi, dampak ancaman krisis BBM memang terasa di tingkat nasional hingga daerah akibat peran Iran VS Amerika. Maka untuk itu, di Sumbar sedang mendiskusikan terkait langkah ke depannya.
Baca juga: BMKG Ingatkan Waspada Cuaca Ekstrem Sumbar, Hujan Lebat Guyur Sejumlah Wilayah Malam Ini
"Tentu kita berharap perang ini segera selesai, tapi kalau melihat lima tuntutan dari Iran ke Indonesia, mungkin berat," katanya.
Untuk persoalan hubungan Indonesia-Iran akan panjang. Artinya kata Mahyeldi, di tahun 2027 akan lebih panjang lagi, sebab akan berdampak ke BBM, dolar dan lain-lain.
Kata Mahyeldi hal itu sudah terjadi, bahkan tahun 2026 ini sudah dilakukan efisiensi anggaran. Berkemungkinan tahun mendatang akan terjadi kasus serupa.
"Kemungkinan tahun 2027 akan sama, mungkin lebih berat lagi. Karena ada kewajiban-kewajiban yang harus ditangani negara, cuma kalau untuk itu, di Sumbar tentu berharap bagaimana perangnya selesai," ujarnya.
Sementara terkait isu ancaman krisis BBM di Indonesia, Mahyeldi mengungkapkan sudah melakukan langkah antisipasi, di antaranya penghematan dan pengalihan.
Baca juga: Gubernur Komitmen Proyek Pemerintah Pakai Produk Industri Lokal, Dukung Semen Ramah Lingkungan
Penghematan yang dilakukan di Sumbar seperti efisiensi anggaran hingga menggunakan tenaga surya. Sedangkan untuk pengalihan, Sumbar sudah mulai melirik mobil listrik.
"Perlu antisipasi, kita sudah mulai melangkah untuk menggunakan mobil listrik. Karena kita punya potensi untuk mobil listrik di sini," ucapnya memberikan keterangan.
Kemudian juga ujar Mahyeldi, Pemprov Sumbar memerlukan penghematan. Di beberapa kantor juga sudah mulai menggunakan tenaga surya.
Kemungkinan anggaran yang dikeluarkan dari Bapeda bisa menghemat 40 persen total listrik di Sumbar.
"Maka ini yang kita lakukan untuk langkah antisipasi," tegas Mahyeldi.
Selain itu, Pemprov Sumbar sudah berkoordinasi dengan bupati dan Bapeda. Tujuannya agar sinergi dan kolaborasi dalam kegiatan-kegiatan ini bisa lebih fokus.
"Itu sudah kita lakukan," tambahnya.(*)