Renungan Harian Kristen Matius 6: 12, Ampunilah
Alpen Martinus April 01, 2026 12:22 AM

TRIBUNMANADO.CO.ID- Renungan harian Kristen kali ini berjudul ampunilah.

Ditulis oleh Johana Tahalele dalam moment of inspiration LPMI.

Firman Tuhan dalam Matius 6: 12

Baca juga: Renungan Malam Markus 15:6-7, Penjahat Dibebaskan dan Yang Benar Dihukum

“Dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami.” (Mat 6:12)

Ungkapan saling mengampuni sering kali bukan persoalan bisa atau tidak bisa, tetapi mau atau tidak mau.

Banyak orang berkata, “Saya belum bisa mengampuni,” padahal yang sebenarnya terjadi adalah “Saya belum mau.” ada yang berkata, sakit hati itu nyata, luka itu fakta, amarah itu ada, dan kekecewaan itu menyakitkan.

Ketika kita menyimpan, memelihara apalagi membesarkan sakit hati dan dendam, akan merugikan semua pihak, termasuk diri kita sendiri.

Bacaan kita di atas adalah bagian dari doa Bapa Kami.

Mengampuni sesama karena Kristus sudah mengampuni kita.

Dalam pelayanan, kita temukan orang berkeluh kesah tentang kemarahan dan dendam, bahkan sebagai pelayan Kristus juga tidak lepas dari persoalan sulit untuk mengampuni.

Menyimpan amarah dan dendam dapat berakibat terganggunya kesehatan mental; stres kronis, kecemasan, depresi, serta mempersulit diri untuk merasakan damai, sulit membangun relasi yang sehat.

Dan secara fisik, akan memicu gangguan jantung, pencernaan, gangguan tidur, menurunkan imun, dll.

Ayat di atas menegaskan bahwa pengampunan yang kita terima dari Tuhan tidak bisa dipisahkan dari kesediaan kita untuk mengampuni orang lain.

Artinya kita belajar rendah hati, mengakui kesalahan, dan melepaskan dendam serta amarah, karena kita sendiri hidup oleh kasih dan pengampunan Allah.

Artinya kita memilih mengampuni lebih dulu, dan menghentikan balas-membalas kesalahan, membuka ruang dialog, dan menjaga relasi tetap baik, sebab relasi dipulihkan bukan oleh siapa yang paling benar, tetapi oleh siapa yang paling mau mengasihi dan mengampuni.

Adalah tidak adil ketika kita mohon pengampunan dari Tuhan, tetapi tidak mau mengampuni orang yang bersalah kepada kita.

Tuhan Yesus memberi teladan, Ia mengampuni karena kasih dan ketaatan kepada kehendak Bapa.

Di kayu salib, Dia berkata, “Ya Bapa, ampunilah mereka,” Oleh karena kasih-Nya lebih besar dari kesalahan manusia.

Mari belajar mengampuni bukan menunggu orang lain berubah, tapi memilih untuk taat kepada Tuhan dan memutus rantai kebencian.

Inspirasi: Mengampuni bukan masalah ”mampu”, tetapi mau. Karena ketika kita mau, maka Tuhan yang akan memampukan kita.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.