SURYA.CO.ID, GRESIK - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) mengumumkan kinerja keuangan konsolidasian tahun 2025 yang telah diaudit.
Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni mengatakan, kinerja keuangan tahun 2025 yang telah diaudit, pendapatan sebesar Rp 35,24 triliun dan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk sebesar Rp 191 miliar.
Menurut Vita Mahreyni, pendapatan tersebut berasal dari volume penjualan sebanyak 37,93 juta ton dan beban pokok pendapatan sebesar Rp 28,17 triliun, EBITDA tercatat sebesar Rp 4,49 triliun dan laba sebelum pajak sebesar Rp 602 miliar.
"Merespon tantangan industri bahan bangunan yang mengalami perlambatan pada tahun 2025, SIG secara konsisten menjalankan transformasi bisnis sejak Juli 2025 fokus pada tiga strategi utama yaitu peningkatan pengelolaan pasar mikro, efisiensi biaya, serta optimalisasi produk turunan semen dan portofolio," kata Vita Mahreyni dalam rilis Humas SIG, Selasa (31/3/2026).
Baca juga: SIG Laksanakan Mudik Gratis Ribuan Tukang Batu, Mulai Naik Bus dan Kapal Laut
Lebih lanjut Vita Mahreyni menambahkan, hingga akhir 2025, strategi transformasi tersebut telah menunjukkan hasil positif, di mana pada kuartal tiga dan empat tahun 2025, penjualan domestik produk SIG menunjukkan perbaikan yang berkontribusi terhadap total penjualan sepanjang tahun 2025.
"SIG terus memaksimalkan potensi pasar regional, untuk menjaga kinerja perusahaan tetap positif di tengah kondisi pasar semen dalam negeri yang masih menantang. Pada 2025, berhasil mencatat penjualan regional sebesar 7,95 juta ton, atau meningkat 14,3 persen year on year (yoy) dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 6,96 juta ton," imbuhnya.
Dari sisi biaya, SIG juga melakukan efisiensi secara ketat dan peningkatan operational excellence secara berkelanjutan telah membantu Perusahaan menekan beban pokok pendapatan 0,3 persen dan beban usaha di luar beban operasi lainnya turun 1,1 persen yoy.
Sementara itu, berkat penerapan tata kelola keuangan yang baik, biaya keuangan bersih juga tercatat lebih rendah 32,7 persen yoy, sehingga memperkuat kinerja keuangan secara keseluruhan.
“Disiplin menjalankan transformasi bisnis sejak Juli 2025, membuat SIG lebih berdaya saing dan adaptif terhadap dinamika industri yang menantang. Melalui inisiatif strategis, SIG mampu mempertahankan profitabilitas yang membuktikan ketahanan Perusahaan dalam menghadapi kondisi pasar semen domestik yang masih melambat,” katanya.
Baca juga: Pastikan Proyek Pengembangan Dermaga SIG Lancar, Wapres Gibran Dukung Ekspor Semen
Vita Mahreyni menambahkan, SIG optimis dapat terus menjaga momentum pertumbuhan melalui sejumlah inisiatif strategis dan inovasi.
Salah satu langkah strategis yaitu proyek pengembangan dermaga dan fasilitas produksi untuk ekspor semen di Tuban, Jawa Timur yang merupakan bagian dari kerja sama strategis dengan Taiheiyo Cement Corporation.
”SIG menargetkan mulai ekspor pada pertengahan tahun 2026 dari fasilitas di Tuban, Jawa Timur dengan kapasitas 500 ribu hingga 1 juta ton semen per tahun,” katanya.
Selain ekspor, kerja sama strategis dengan Taiheiyo juga dilakukan untuk mengembangkan lini bisnis stabilisasi tanah.
"Kolaborasi dua perusahaan bahan bangunan terkemuka di Asia ini bertujuan untuk menjawab tantangan di industri konstruksi, sekaligus menciptakan pasar baru untuk membuka peluang pertumbuhan," katanya.