TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dewan Pimpinan Wilayah Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Provinsi Kalimantan Tengah menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) ke-X di Kuala Lumpur, Malaysia.
Pelaksanaan Muswil di luar negeri ini mencatatkan sejarah baru, lantaran menjadi pertama kalinya dilakukan oleh pengurus tingkat wilayah PPP di seluruh Indonesia.
Agenda besar ini dihadiri langsung oleh jajaran pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) se-Kalimantan Tengah.
Selain hadir secara fisik di Kuala Lumpur, sebagian pengurus juga mengikuti jalannya persidangan melalui sambungan virtual atau Zoom.
Hadir pula dalam kesempatan tersebut perwakilan pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP, pengurus DPLN PPP Malaysia, sejumlah perwakilan partai politik dan ormas Indonesia di Malaysia, hingga aktivis dari Partai Politik Bersatu Malaysia.
Dalam Muswil X tersebut, seluruh pengurus DPC PPP se-Kalteng secara bulat menyatakan menerima laporan pertanggungjawaban (LPJ) yang disampaikan oleh Ketua DPW PPP Kalteng demisioner, H. Awaludin Noor.
"Alhamdulillah pelaksanaan musyawarah wilayah X DPW PPP Kalteng ini telah berjalan lancar. Semoga ke depan akan terpilih Ketua DPW PPP Kalteng yang mampu memimpin partai menjadi lebih baik lagi," ujar Awaludin Noor, Selasa (31/3/2026).
Awaludin menjelaskan, gelaran Muswil di Malaysia ini sebenarnya sudah diagendakan sejak Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) Kalteng pada awal tahun 2026 lalu.
Momentum ini juga dirangkai dengan acara Halal bi Halal pasca-Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Muswil X ini pun telah menghasilkan lima orang formatur yang bertugas menyusun kepengurusan DPW PPP Kalteng untuk periode 2026-2031.
Adapun lima formatur tersebut terdiri dari satu orang unsur DPP, satu orang pengurus DPW demisioner, dan tiga orang pengurus DPC yang mewakili tiga zona di Kalimantan Tengah.
Lebih lanjut, Awaludin menekankan pentingnya soliditas seluruh fungsionaris partai di semua tingkatan untuk menghadapi tantangan politik ke depan yang semakin berat.
Ia mewanti-wanti agar para kader tidak saling menjatuhkan, melainkan harus merangkul seluruh potensi yang ada demi membawa PPP kembali berjaya di tingkat nasional.
"Tantangan PPP ke depan semakin berat. Untuk bisa kembali ke Senayan (DPR RI), itu menjadi tanggung jawab bersama seluruh fungsionaris partai di semua tingkatan," tegas Awaludin.
Baca juga: PPP Diterjang Masalah Kepengurusan dan Syarat UU Pemilu, Islah Jadi Syarat Ikut Pemilu 2029
"Bukan hal yang tepat untuk saling meniadakan antar kader. Seluruh potensi harus dirangkul," tandasnya.