Evaluasi Besar PSMS Medan, Soroti Lini Belakang dan Bola-bola Mati
Truly Okto Hasudungan Purba April 01, 2026 04:09 AM

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Tren kurang memuaskan kembali dialami PSMS Medan saat berhadapan dengan PSPS Pekanbaru dalam lanjutan Pegadaian Championship musim 2025/2026.  Dari tiga pertemuan yang telah dijalani, tim berjuluk Ayam Kinantan itu belum sekalipun mampu meraih kemenangan dan harus puas dengan hasil imbang di setiap laga.

Terbaru, PSMS Medan kembali berbagi angka saat menjamu PSPS Pekanbaru di Stadion Utama Sumatera Utara, Sabtu (28/3/2026). Dalam pertandingan yang berlangsung ketat, kedua tim bermain imbang dengan skor 1-1.

Tim Askar Bertuah-julukan PSPS Pekanbaru lebih dahulu membuka keunggulan pada menit ke-26 melalui Antonio Gamaroni. Gol tersebut berawal dari situasi bola mati, saat Gamaroni sukses menyambut umpan hasil tendangan bebas dari tengah lapangan.

Sempat terjadi penundaan gol setelah asisten wasit mengangkat bendera tanda offside. Namun, wasit utama kemudian melakukan pengecekan melalui VAR sebelum akhirnya mengesahkan gol tersebut. Keputusan itu pun disambut dengan perayaan dari kubu PSPS.

Tertinggal satu gol, PSMS Medan berupaya meningkatkan intensitas serangan. Hasilnya, gol penyama kedudukan akhirnya tercipta melalui Nazar Nazarudin yang mengubah skor menjadi 1-1. Hasil ini sekaligus memperpanjang catatan imbang PSMS Medan atas PSPS Pekanbaru musim ini. Pada dua pertemuan sebelumnya, kedua tim juga bermain imbang dengan skor 3-3 dan 1-1.

Tak hanya itu, hasil tersebut juga menambah tren negatif PSMS Medan di putaran ketiga Pegadaian Championship. Dalam tiga laga terakhir, tim kebanggaan masyarakat Sumatera Utara ini gagal meraih kemenangan.

Dengan tambahan satu poin, PSMS Medan kini masih tertahan di peringkat keenam klasemen sementara dengan koleksi 30 poin, hasil dari delapan kemenangan, enam kali imbang, dan delapan kekalahan.

Pelatih Kepala PSMS Medan, Eko Purdjianto, mengakui timnya masih perlu melakukan banyak evaluasi, terutama terkait konsistensi permainan dan kondisi skuad yang belum sepenuhnya ideal. Ia menjelaskan, dalam beberapa pertandingan terakhir, timnya kerap tidak tampil dengan skuat utama akibat cedera maupun akumulasi kartu, sehingga memaksanya untuk terus memutar strategi.

Pada laga ini, PSMS Medan harus tampil tanpa kekuatan penuh di lini pertahanan. Dua pemain jangkar andalan, Erwin Gutawa dan Zikri Ferdiansyah, terpaksa absen akibat akumulasi kartu. Selain itu, absennya Saddam Hi Tenang yang masih dibekap cedera semakin menambah tantangan bagi tim dalam menjaga keseimbangan permainan, khususnya di sektor pertahanan.

"Kita tetap harus evaluasi di setiap pertandingan. Memang kondisi tim belum selalu komplet, ada yang cedera, ada yang akumulasi. Itu membuat kita harus memutar otak dalam menentukan taktik," ujar Eko kepada Tribun Medan, Selasa (31/3).

Meski kecewa dengan hasil imbang, Eko tetap mengapresiasi perjuangan para pemainnya. Ia menilai secara permainan terbuka (open play), PSMS sebenarnya mampu menguasai jalannya pertandingan, namun masih lemah dalam mengantisipasi bola mati. "Gol kita dari set piece, tapi kita juga kebobolan dari situasi yang sama. Ini yang harus jadi fokus evaluasi. Kita sebenarnya menguasai permainan, tapi kurang efektif," katanya.

Eko juga menyoroti strategi bertahan yang diterapkan PSPS Pekanbaru dengan menumpuk pemain di lini belakang, sehingga menyulitkan anak asuhnya menembus pertahanan lawan. Menurutnya, perubahan taktik di babak kedua sempat membuahkan hasil dengan terciptanya gol penyeimbang. "Kita tahu mereka bermain sangat bertahan dengan lima pemain di belakang dan mengandalkan serangan balik. Di babak kedua kita ubah taktik dan akhirnya bisa mencetak gol," jelasnya. 

Baca juga: Liga 4 Sumut, PS TGM Menang 6-2 Lawan Taruna Satria

Kembali Pulih

SELAIN faktor taktik, kondisi fisik pemain pasca libur Lebaran juga menjadi perhatian. Namun, Eko menegaskan hal tersebut tidak bisa dijadikan alasan, karena semua tim merasakan kondisi yang sama.

Terkait kondisi pemain, ia memastikan beberapa pemain mulai kembali pulih, termasuk Zikri yang sudah bisa dimainkan. Sementara itu, Erwin masih harus absen karena akumulasi kartu, dan Farhan sempat mengalami cedera. "Semua pemain harus siap kapan pun dibutuhkan. Tidak ada alasan soal siapa yang 100 persen atau tidak. Yang penting semua siap diturunkan," tegasnya.

Ke depan, PSMS Medan akan fokus melakukan evaluasi menyeluruh guna menghadapi laga tandang berikutnya melawan Persikad Depok. Laga tersebut akan tersaji di Stadion Pakansari, Bogor, pada Minggu (5/4) mendatang.

Eko berharap timnya bisa segera bangkit dan kembali ke jalur kemenangan demi memenuhi ekspektasi besar para suporter. "Ekspektasi suporter sangat besar, apalagi kita biasanya kuat di kandang. Kita kecewa, tapi tetap harus bersyukur tidak kalah. Yang jelas, evaluasi harus terus dilakukan agar ke depan bisa lebih baik," pungkasnya. (cr17/Tribun-Medan.com)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.