Dinasti Lebak Pecah Kongsi? JB dan Hasbi Bersitegang, Wabup Meradang: Muncul Isu Pemakzulan
Abdul Rosid April 01, 2026 01:07 AM

TRIBUNBANTEN.COM - Dinasti politik Jayabaya yang bercokol di Kabupaten Lebak, Banten, tengah memanas.

Perseteruan antara Mulyadi Jayabaya dengan sang anak, Hasbi Jayabaya yang saat ini menjabat sebagai Bupati Lebak kian memuncak.

Diketahui Mulyadi Jayabaya merupakan mantan Bupati Lebak dua periode, 2003-2013. Kepemimpinannya dilanjutkan oleh anaknya, Iti Octavia Jayabaya yang menduduki jabatan Bupati Lebak dua periode 2014-2023.

Pada Pilkada 2024, jabatan Bupati Lebak kembali diduduki oleh anak laki-laki JB, yakni Hasbi Jayabaya.

Baca juga: Respon DPP PDIP Soal Perseteruan Bupati dan Wakil Bupati Lebak, Hasbi Berpotensi Dipanggil

JB Segel Rumah Aspirasi Hasbi

Rumah aspirasi Bupati Lebak, Hasbi Asyidiki Jayabaya di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Desa Kadu Agung Timur, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, disegel oleh tim utusan mantan Bupati Lebak, Mulyadi Jayabaya (JB), Selasa (10/3/2026).

Rumah aspirasi tersebut disegel dengan cara digembok dan menempelkan kertas bertuliskan 'Ditutup'.

Saat dikonfirmasi, mantan Bupati Lebak dua periode itu membenarkan adanya penutupan rumah aspirasi tersebut.

Baca juga: Konflik Bupati dan Wabup Lebak Dinilai Tak Elok, Akademisi: Fokus Pembangunan Terabaikan

Rumah tersebut diduga menjadi tempat jual beli jabatan pejabat Lebak.

"Benar ditutup, karena diduga jadi tempat jual beli jabatan," ujarnya dalam sambungan telepon.

Menurutnya, rumah aspirasi tersebut juga kerap didatangi oleh sejumlah pejabat di lingkungan pemerintah daerah.

"Pejabat sering datang ke rumah aspirasi," ujarnya.

Kritik Pedas dari Sang Adik

Adik Bupati Lebak, Moch Nabil Jayabaya, melontarkan kritik terhadap kebijakan pembangunan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Lebak di bawah kepemimpinan Hasbi Jayabaya.

Nabil menyoroti pembangunan rumah dinas (rumdin) bupati serta penataan Alun-alun Rangkasbitung yang dinilainya belum menjadi prioritas utama.

Menurut Nabil, seharusnya pemerintah daerah lebih dahulu memprioritaskan perbaikan infrastruktur jalan yang hingga kini masih banyak mengalami kerusakan.

“Saya enggak tahu itu disahkan sama dewan atau tidak, jalan masih banyak yang rusak, malah bangun rumah dinas,” ujarnya dalam sebuah video yang diterima TribunBanten.com.

Ia juga menilai pembangunan Alun-alun Rangkasbitung sebaiknya ditunda apabila kondisi jalan di berbagai wilayah masih memprihatinkan.

“Jangan dulu membangun alun-alun, bangun dulu jalannya yang pada rusak semua. Mau siapa yang memuji alun-alun, kalau jalannya juga rusak,” katanya.

Nabil mengungkapkan pengalamannya saat melintas di wilayah Parakan Besi. Ia menyebut kondisi jalan di daerah tersebut sangat rusak dan membahayakan warga.

“Saya kemarin ke Parakan Besi, jalannya seperti kubangan kerbau. Coba bayangkan kalau ada keluarga yang hanya menyambung hidup dari jualan pisang, bagaimana mau dibawa ke pasar,” ujarnya.

Lebih lanjut, Nabil menilai alasan pembangunan rumah dinas karena kondisi bangunan yang keropos tidak bisa dijadikan pembenaran jika dibandingkan dengan kondisi warga yang masih tinggal di rumah tidak layak huni (RTLH).

“Rumah dinas keropos, tapi tidak sekeropos rumah tidak layak huni milik warga. Jadi kita harus punya sense of belonging atau rasa memiliki,” tegasnya.

Singgung Status Mantan Napi, Wabup Lebak Meradang

Hubungan Hasbi dan Amir mengalami keretakan. Kondisi itu ditengarai setelah Bupati Lebak menyebut sang wakil sebagai mantan narapidana di hadapan publik.

Ucapan itu dilontarkan Hasbi saat acara halalbihalal bersama ratusan ASN di Pendopo Bupati Lebak, Senin (30/3/2026).

Sebelum Hasbi Jayabaya melontarkan pernyataan tersebut, Hasbi sempat menyinggung bahwa Amir Hamzah sering mengumpulkan para kepala dinas ke rumahnya.

"Tidak boleh Wakil Bupati memanggil kepala dinas ke rumahnya, bila didedikasikan atau Bupati berhalangan. Tugas Wakil Bupati Pasal 66," ucapnya dalam sambutan halalbihalal.

"Uyuhun (masih untung, -red) mantan narapidana jadi Wakil Bupati, harusnya bersyukur," tambahnya.

Usai mendengar pernyataan tersebut, Amir Hamzah kemudian terbangun dari tempat duduknya dan sempat dilerai oleh beberapa ASN yang hadir.

Keributan sempat terjadi di acara halalbihalal ini, dan Amir langsung beranjak meninggalkan acara tersebut bersama anak istrinya menunggangi mobil dinas.

Wakil Bupati Lebak, Amir Hamzah, menyayangkan pernyataan yang disampaikan oleh Hasbi Jayabaya di depan ratusan ASN.

Menurut orang nomor dua di Lebak itu, seharusnya Bupati Lebak ketika berpidato menggunakan etika dan tata krama.

"Harusnya Bupati berpidato ada etika dan tata krama, sopan santun politik. Kan kita orang-orang berpendidikan, maka ketika berbicara itu harus melihat situasi. Kalau kita acara halalbihalal, lebih baik bicara persatuan, kerukunan, saling memaafkan dan merekatkan, jangan sampai pidato mencerai-beraikan," katanya saat ditemui di kediamannya.

Amir menilai, pernyataan yang dilontarkan Hasbi bersifat penghinaan pribadi terhadap dirinya.

"Si Amir mantan narapidana, untung jadi Wakil Bupati. Itu kan penghinaan pribadi," ujarnya.

"Makanya pas saya duduk langsung bangkit, mau ngomong jangan ngomong seperti itu."

"Istri saya juga bangkit mengajak pulang," pungkasnya.

Klarifikasi Hasbi Jayabaya

Hasbi mengatakan bahwa pernyataan tersebut disampaikan sebagai ungkapan apresiasi kepada Amir Hamzah, yang pernah mendapatkan penghargaan dari Indo Posko sebagai mantan warga binaan berprestasi yang menjadi Wakil Bupati.

"Artinya Pak Amir mendapatkan penghargaan dari Indo Posko sebagai warga binaan berprestasi terpilih jadi Wakil Bupati," katanya.

Muncul Isu Pemakzulan Hasbi dari Orang Terdekat JB

Orang dekat JB, Rohman, menyerukan kepada seluruh lapisan masyarakat untuk memakzulkan jabatan Bupati Lebak, Hasbi Jayabaya.

"Kalau saya pribadi mendorong masyarakat Lebak, aktivis, ulama semua bersatu memakzulkan bupati," tegasnya saat ditemui di sekitar Pendopo Bupati Lebak, Senin (30/3/2026).

Ia mengatakan bahwa perkataan yang dilontarkan kepada Amir Hamzah merupakan sebuah hinaan.

"Waktunya halalbihalal malah mengungkapkan hinaan, ini etikanya sudah meresahkan, sebagai Bupati tidak dijaga, adabnya tidak dijaga," katanya.

Rohman mengungkapkan, berdasarkan informasi ada salah satu kepala dinas yang dilempar oleh Bupati Hasbi hingga berdarah.

"Kemarin ada informasi, kepala dinas dilempar sampai berdarah, ya. Terus Wakil Bupati dihina-hina, sudah pasti arogan, sudah tidak bisa diingatkan oleh siapa pun," ungkapnya.

Menurut Rohman, orang yang etikanya sudah tidak bisa dijaga seharusnya dibina.

"Lama itu satu tahun, dua tahun," ujarnya.

Rohman juga mengajak masyarakat, aktivis mahasiswa, dan ulama untuk turun ke jalan menggelar aksi demonstrasi.

"Saya mendorong aktivis mahasiswa untuk aksi. Saya akan menginisiasi," ucapnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.