TRIBUN-MEDAN.com - Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan mengatakan susah tidur selama perang Iran vs Israel. Dia mengatakan serangan Israel-AS ke Iran tidak manusiawi.
Hal tersebut disampaikan Zulhas saat memberikan sambutan dalam Rakernas I PAN di Jakarta Selatan, Selasa (31/3/2026).
“Saya kadang-kadang, Pak Hatta, susah tidur kalau lihat Amerika-Israel nyerang Iran itu, enggak bisa tidur. Di luar apa, di luar nalar. Di luar batas-batas kita sebagai manusia. Saya kira biadab gitu,” kata Zulhas.
Menurutnya, situasi kemanusiaan di Palestina, khususnya Gaza, juga menimbulkan kegelisahan yang sama. Ia mengaku hanya bisa merespons kondisi tersebut dengan doa.
“Kita tidak bisa apa-apa, kecuali doa. Itu membuat kami tidak tidur, susah tidur,” ujarnya.
Zulhas juga menyoroti dampak konflik global yang kian meluas ke berbagai kawasan, mulai dari Eropa, Timur Tengah, hingga Asia.
Dia menilai sejumlah negara sudah mulai merasakan imbasnya, termasuk dalam sektor energi.
“Kalau kita lihat lagi Pakistan, India sudah mulai mengular (antrean BBM). Bahkan gelap. Kalau yang Amerika Latin ada gelap, sedang naik sepeda, karena sudah tidak ada bensin ya,” tegas dia.
Baca juga: PEMILIK Konten Penari Ular Cium Tamu Minta Maaf, Videonya Bikin Omzet Penari Turun Drastis
Baca juga: PEMERINTAH Tidak Naikkan Harga BBM Tapi Lakukan Pembatasan BBM Mulai 1 April 2026
“Kita tidak tahu kapan akan berakhir, keadaannya seperti ini. Australia yang kuat dan hebat juga sekarang sudah melepas cadangan darurat petrol dan diselnya,” tambahnya.
Zulkifli mengajak masyarakat untuk tetap bersikap optimistis di tengah dinamika global yang tidak menentu.
Ia menilai, arah kepemimpinan Prabowo Subianto sudah dirancang dengan visi jangka panjang, khususnya dalam upaya memperkuat kemandirian bangsa.
Menurutnya, langkah menuju swasembada pangan dan energi menjadi kunci agar Indonesia tidak terus bergantung pada impor.
Ia mengakui, gagasan tersebut sempat dianggap tidak realistis oleh sebagian pihak. Namun, kondisi selama ini justru membuat bangsa terlena dengan kemudahan impor.
Di sisi lain, ia juga menyoroti pentingnya hilirisasi sebagai strategi utama dalam memperkokoh struktur ekonomi nasional.
Program-program ini dinilai bukan sekadar wacana, melainkan fondasi yang kini mulai diwujudkan secara konkret, termasuk melalui kementerian yang berada di bawah koordinasinya.
Perang masih memanas
Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) mengumumkan telah melancarkan serangan rudal yang menargetkan pusat komando serta fasilitas militer yang digunakan secara bersama oleh Amerika Serikat dan Israel.
Serangan ini disebut sebagai bagian dari eskalasi terbaru dalam konflik yang terus memanas di kawasan Timur Tengah.
Dikutip dari Tasnim News Agency pada Senin (30/3/2026), IRGC menyatakan bahwa serangan tersebut merupakan bagian dari gelombang ke-87 dalam operasi militer bertajuk Operasi True Promise 4.
Operasi ini digambarkan sebagai kampanye berkelanjutan yang dilakukan dalam beberapa fase, dengan target utama infrastruktur militer strategis milik Amerika Serikat dan Israel.
Dalam pernyataan resminya, IRGC menegaskan bahwa serangan tersebut tidak hanya menyasar pusat komando gabungan, tetapi juga fasilitas drone serta lokasi yang disebut sebagai tempat persembunyian personel militer, termasuk pilot pesawat tempur dari kedua negara.
Langkah ini diklaim sebagai bagian dari strategi untuk melemahkan kemampuan operasional lawan di berbagai lini.
Lebih lanjut, IRGC mengungkapkan bahwa target serangan dalam operasi ini mencakup sedikitnya lima pangkalan militer Amerika Serikat yang tersebar di kawasan Timur Tengah.
Selain itu, sejumlah pusat militer Israel di berbagai wilayah, termasuk di kawasan yang mereka sebut sebagai Palestina yang diduduki, turut menjadi sasaran.
Serangan ini mempertegas pola konfrontasi langsung yang kian intens antara Iran dengan aliansi Amerika Serikat dan Israel.
Dalam beberapa pekan terakhir, ketegangan di kawasan meningkat tajam seiring aksi balasan yang dilakukan secara bergantian oleh pihak-pihak yang terlibat.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak militer Amerika Serikat maupun Israel terkait klaim serangan terbaru tersebut.
(*/tribun-medan.com)