TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Suasana khidmat menyelimuti Masjid Panglima Besar Soedirman di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (31/3/2026).
Dalam nuansa penuh kehangatan, jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI) menggelar doa bersama yang dirangkai dengan santunan kepada puluhan anak yatim.
Kegiatan ini digelar atas arahan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto yang diwakili Asisten Strategi (Asstra) Panglima TNI Marsda TNI Budhi Achmadi.
Turut hadir Kapusbintal TNI Brigjen TNI Chandra Adibrata bersama prajurit dan ASN Mabes TNI.
Kapuspen TNI, Mayjen Aulia Dwi Nasrullah mengatakan, dalam momen tersebut, para prajurit bersama anak-anak yatim memanjatkan doa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, memohon keselamatan dan keberhasilan bagi prajurit TNI yang tengah menjalankan tugas di berbagai wilayah.
"Mulai dari Papua, daerah perbatasan, hingga misi perdamaian dunia di bawah naungan PBB, doa-doa itu menjadi simbol dukungan moral bagi mereka yang bertugas jauh dari keluarga," kata Aulia kepada wartawan, Rabu (1/4/2026).
Tak hanya doa, kepedulian sosial juga diwujudkan melalui pemberian santunan kepada 99 anak yatim.
Bantuan tersebut menjadi bentuk nyata empati TNI terhadap masyarakat, sekaligus mempererat hubungan antara institusi militer dan rakyat.
Aulia menjelaskan, kegiatan ini mencerminkan komitmen TNI untuk tidak hanya kuat dalam menjalankan tugas pertahanan negara, tetapi juga hadir dengan nilai-nilai kemanusiaan dan kebersamaan.
"Melalui doa bersama ini, diharapkan seluruh prajurit TNI senantiasa diberi perlindungan, kekuatan, serta kelancaran dalam mengemban setiap amanah negara, sekaligus memperkuat ikatan batin antara TNI dan masyarakat," ujarnya.
Konvoi tersebut sedang dalam tugas memberikan dukungan logistik dari Markas Komando (Mako) Sektor Timur UNIFIL di United Nations Post (UNP) 7-2 menuju Mako Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S/UNIFIL di UNP 7-1.
”Insiden terjadi di tengah eskalasi konflik tinggi, di mana terjadi ledakan pada kendaraan,” kata Aulia.
Peristiwa terbaru ini merenggut nyawa Kapten Zulmi Aditya Iskandar dan Sersan Satu Muhammad Nur Ichwan.
Selain korban jiwa, dua prajurit lainnya, yakni Letnan Satu Sulthan Wirdean Maulana dan Prajurit Kepala Deni Rianto, mengalami luka-luka dan telah dievakuasi ke Rumah Sakit St George di Beirut untuk penanganan medis intensif.
Gugurnya Kapten Zulmi dan Sersan Satu Ichwan menambah daftar kelam Kontingen Garuda setelah sebelumnya, Minggu (29/3/2026), Prajurit Kepala Farizal Rhomadhon juga dinyatakan gugur dalam tugas.
Dengan demikian, total ada tiga prajurit TNI gugur dalam rentetan serangan di wilayah penugasan tersebut.
Meskipun dihadapkan pada risiko keamanan yang kian tinggi, TNI menegaskan komitmennya untuk tidak mundur dari mandat internasional.
”TNI dalam melaksanakan penugasan Pasukan Pemeliharaan Perdamaian tetap mengutamakan keselamatan prajurit dengan tetap meningkatkan kewaspadaan sesuai SOP UNIFIL,” ujar Aulia.